Bula, JENDELASERAM.COM — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melakukan evaluasi terhadap perjalanan dan kerja politik partai di daerah ini.
Ketua DPD PKS SBT, Husin Rumadan kepada wartawan di sela-sela kegiatan Political Up Date Konsolidasi dan Up Grading pengurus di Hotel Mutiara, Kota Bula pada Kamis (03/09/2026) mengungkapkan, sejak SBT terbentuk sebagai kabupaten, PKS selalu memiliki kuota kursi di DPRD setempat.
Ketua Komisi II DPRD SBT ini mengaku, perolehan kursi PKS di DPRD SBT itu tidak selalu menentu.
“Perjalanan PKS di Kabupaten Seram Bagian Timur setelah kabupaten ini terbentuk, kita selalu punya kursi. Tetapi angka itu tidak paten,” ungkap Rumadan.
Rumadan menyebut, pada periode 2004-2009 PKS hanya memiliki satu kursi di DPRD SBT. Pada periode 2009-2014 masih tetap mempertahankan satu kursi.
Pada periode 2014-2019, PKS mampu menambah satu kursi menjadi dua. Sementara periode 2019-2024 bisa maksimal mencapai tiga kursi, sehingga menduduki posisi Ketua DPRD SBT.
Apesnya, pada periode 2024-2029, capaian ini tak bisa dipertahankan, sehingga hanya memperoleh dua kursi.
“Mulai dari perjalanan pertama satu kursi di 2004-2009, kemudian di 2009-2014 juga satu kursi, 2014-2019 itu ada dua kursi dan di 2004-2004 itu ada tiga kursi, kita menjadi pimpinan BDPR di kala itu. Tapi kemudian habis itu turun-turun lagi menjadi dua kursi,” sebutnya.
Dia menilai, selama ini kekuatan PKS hanya bertumpu pada figur person dan Calon Legeslatif. Sementara struktur partai dianggap belum terlalu maksimal dalam mendongrak kemenangan partai.
Untuk itu, dia ingin menjadikan perjalanan PKS selama ini sebagai evaluasi untuk memantapkan kerja-kerja politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di waktu mendatang.
“Menurut kami memang kekuatan partai itu tidak pada person, bukan pada caleg-calegnya, tapi harus pada basis kerja-kerja kepartaian yang memang itu dari struktur sampai pada akar rumput yang terbawa, sehingga siapapun calegnya, siapapun yang menjadi ketua partai, tetap kedekatan dengan partai itu sudah terbentuk secara sistematis,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post