Bula, JENDELASERAM.COM — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Punira Kilwalaga dinilai mampu menerjemahkan gagasan Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri.
Penilaian itu disampaikan Penjabat (Pj) Ketua Kohati Korps HMI-Wati SBT Afista Achmad dalam keterangnnya di Bula pada Selasa (12/05/2026).
Dia mengatakan, berdasarkan dasar pengamatan Kohati Cabang SBT yang mendalam dan penilaian yang objektif terhadap Dinkes SBT, mereka mengapresiasi kinerja Punira Kilwalaga yang mampu menerjemahkan gagasan Bupati Fachri menjadi tindakan nyata di tengah tantangan daerah saat ini.
“Kami memberikan apresiasi kepada sosok perempuan tangguh yang mampu menerjemahkan gagasan bupati menjadi tindakan nyata di tengah tantangan daerah kita,” katanya.
Menurut dia, Punira Kilwalaga bukan sekedar pemimpin yang memegang jabatan, melainkan bukti nyata bahwa perempuan mampu menempatkan diri di garis terdepan pembangunan, mengelola sumber daya dengan terukur, serta mengambil keputusan yang berlandaskan kebutuhan masyarakat tanpa melupakan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan akuntabel.
“Kehadiran beliau memberikan bukti empiris bahwa peran perempuan tidak terbatas pada lingkup tertentu, melainkan mampu memberi pengaruh signifikan dalam bidang yang memerlukan keahlian, ketegasan dan kepekaan sosial sekaligus,” ucapnya.
Dirinya mengungkapkan, di bawah kepemimpinan yang terencana dan berorientasi pada hasil, berbagai program strategis telah dijalankan, yang tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Afista berujar, salah satu capaian yang menjadi sorotan dan mendapat penilaian positif dari mereka adalah keberhasilan menghadirkan layanan pengobatan gratis yang merata di 26 Puskesmas yang tersebar di SBT.
Keberhasilan pelaksanaannya di seluruh titik layanan kesehatan ini juga mencerminkan adanya sistem pengelolaan yang terorganisir, pengawasan yang ketat, serta komitmen yang tidak goyah meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan yang ada.
“Kami menilai program ini memiliki nilai yang sangat mendasar dan strategis. Di satu sisi, program ini menjawab tantangan utama yang selama ini dihadapi masyarakat, yaitu kendala biaya yang kerap menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dasar,” ujarnya.
Selain program tersebut, dia menyebut ada berbagai capaian lain yang telah dilakukan, mulai dari perbaikan sarana prasarana, pemenuhan tenaga dokter di Puskemas, penambahan pustu baru dan pemenuhan mobil ambulance pada sejumlah Puskesmas.
“Semua langkah ini dijalankan dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis data,” sebutnya.
Pihaknya menegaskan, sebagai organisasi yang senantiasa mengawal kebijakan publik sekaligus memperjuangkan peran dan martabat perempuan, mereka menganggap Punira Kilwalaga menjadi teladan yang relevan dan inspiratif.
“Beliau menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu memadukan keteguhan prinsip, keahlian di bidangnya, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Beliau juga membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dengan cara tetap tegas, serta mampu menghasilkan kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegansya. (JS-02)













Discussion about this post