Bula, JENDELASERAM.COM — Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Seram Bagian Timur (SBT) Suhartini mengajak seluruh bidan anggota pengurus cabang IBI SBT untuk menjaga etika profesi dan meningkatkan pelayanan.
Selain itu, dia juga mengajak para bidan di daerah ini untuk terus belajar dan berinovasi, mengedepankan pelayanan yang berpusat pada perempuan, keluarga dan masyarakat serta aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
“Keberhasilan kita tidak akan tercapai tanpa kerja sama dan komitmen dari seluruh anggota,” ajak Suhartini dalam acara pengukuhan dan pelantikan pengurus cabang IBI SBT di aula pendopo bupati pada selasa (12/05/2026) sore.
Suhartini dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimkasih dan penghargaan kepada seluruh bidan di daerah ini atas kepercayaan yang telah diberikan untuk mengemban amanah sebagai Ketua IBI SBT.
Menurutnya, amanah ini bukan sekedar jabatan, melainkan tanggungjawab moral dan profesional untuk terus memperjuangkan kemajuan profesi bidan, serta mengawal dan membantu peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak serta siklus hidup di SBT.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan rasa terimakasih yang tulus dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” ucapnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan SBT ini menuturkan, saat ini kita sedang berada pada era transformasi besar dalam sistem kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.
Dia mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital serta dinamika kebijakan kesehatan menuntut tenaga kesehatan, terutama para bidan untuk terus beradaptasi.
Dirinya menyebut, berbagai tantangan strategis yang dihadapi antara lain upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi prioritas nasional, percepatan transformasi layanan kesehatan primer yang menempatkan bidan sebagai ujung tombak pelayanan di Puskesmas dan Rumah Sakit, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan, termasuk rekam medis elektronik dan telehealth antara Puskesmas di kecamatan dengan rumah sakit di kabupaten.
“Termasuk juga peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan dalam hal ini tenaga bidan yang berkompeten di 22 Puskesmas dan 2 rumah sakit serta tantangan kontribusi tenaga bidan yang merata hingga ke daerah terpencil dan kepulauan,” tuturnya.
Ia berujar, sebagai Ketua IBI SBT yang baru, dirinya mengusung visi mewujudkan organisasi IBI cabang SBT yang mandiri, gerak cepat dan berdaya saing serta meningkatkan profesionalisme anggota dalam menurunkan AKI/AKB dan stunting melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Untuk mewujudkan visi tersebut sambung dia, mereka akan memfokuskan langkah strategis melalui misi sesuai dengan beberapa program prioritas, yakni mewujudkan organisasi yang mandiri dan tangguh, menjadi organisasi yang bergerak cepat dan berdaya saing, meningkatkan profesionalisme anggota secara berkelanjutan.
Menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) secara nyata, berperan aktif dalam pencegahan dan penurunan stunting, menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata serta membangun kemitraan yang strategis dan berdampak.
“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi bersama organisasi IBI dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, adil dan merata,” tutupnya (JS-02)













Discussion about this post