Geser, JENDELASERAM.COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus berupaya untuk meningkatkan literasi bagi warga binaan mereka.
Hal tersebut ditunjukkan lewat permintaan Kepala Lapas Kelas III Geser Nober Hasanda kepada Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan SBT Abdul Azis Rumalowak saat melakukan kunjungan ke Lapas Kelas III Geser pada selasa (12/05/2026).
Dalam sela-sela meninjau program budidaya sayuran hidroponik di Lapas Kelas III Geser, Nober Hasanda memaparkan inovasi ketahanan pangan yang tengah digalakkan di Lapas Geser.
Nober menuturkan, meskipun terkendala struktur tanah di Pulau Geser yang berpasir, Lapas Geser tetap produktif dengan mengembangkan pertanian modern melalui sistem hidroponik menggunakan media pipa dan bambu.
Untuk itu mendukung keberlanjutan upaya tersebut, dia meminta kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan SBT agar membantu memenuhi buku terkait teknik ketahanan pangan seperti hidroponik dan pengembangan UMKM.
“Saat ini kami sedang menggiatkan pertanian modern tanpa tanah. Untuk mendukung upaya tersebut, kami berharap Dinas Perpustakaan dmenambah koleksi buku terkait teknik ketahanan pangan, seperti hidroponik dan pengembangan UMKM,” pintanya.
Dia berujar, dengan bantuan buku yang akan diberikan itu diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan agar relevan saat mereka bebas nanti.
Pihaknya menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah seraya menekankan buku-buku tersebut menjadi jendela pengetahuan yang sangat berharga bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Geser.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya atas kerja sama ini. Upaya ini menjadi sarana vital untuk menambah khazanah pengetahuan Warga Binaan,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan SBT Abdul Azis Rumalowak menjelaskan, tujuan kunjungan yang dilakukannya itu untuk memantau langsung optimalisasi minat baca, literasi dan akses informasi Warga Binaan terhadap buku bacaan melalui koleksi buku yang telah tersedia di Lapas Geser.
“Kepentingan kami adalah memastikan pemanfaatan buku ini optimal guna mendukung program pembinaan di berbagai instansi eksternal, termasuk di Lapas. Kami mendukung penuh upaya literasi yang berdampak langsung pada kemandirian Warga Binaan,” jelas Abdul Azis.
Dia berjanji akan berupaya menambah buku bacaan yang dapat mendukung pengembangan Warga Binaan yang menunjang implementasi pada bagian ketahanan pangan maupun UMKM.
“Kami akan segera mengupayakan pengadaan atau pendistribusian buku-buku yang aplikatif, khususnya di bidang ketahanan pangan dan UMKM, agar para Warga Binaan memiliki referensi yang beragam dalam mengembangkan kemampuan serta mengimplemtasikannya,” ucapnya (JS-03)













Discussion about this post