Bula, JENDELASERAM.COM — Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) AKBP Ricky Pranata Vivaldy turun tangan melakukan pemadaman api di Desa Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, Senin (19/10/2026).
Kehadiran Kapolres Ricky bersama para pejabat utama (PJU) dan personel Polres SBT itu sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat terkait kebakaran lahan gambut di desa transmigrasi tersebut.
Kapolres SBT, AKBP Ricky Pranata Vivaldy dalam keterangannya menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.35 WIT.
Ricky mengungkapkan, sekitar pukul 13.10 WIT dia bersama Kabagops Polres SBT AKP Edward Purba, Kasat Intelkam Polres SBT IPTU Mohthahar S. Solissa, KBO Samapta Polres SBT IPDA J. Manulang, serta Kapolsubsektor Banggoi IPDA M. Ain Wokas tiba di lokasi kejadian.
Mereka langsung satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres SBT untuk proses pemadaman dilakukan secara menyeluruh pada areal yang terbakar.
“Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan penyebaran api agar tidak meluas ke area lainnya serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Dia mengatakan, kehadiran mereka ini setelah menerima informasi dari masyarakat sebagai bentuk respons dan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman. Kami berupaya agar api dapat segera dikendalikan, sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berisiko memicu kebakaran.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secepat mungkin. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan,” imbaunya (JS-01)













Discussion about this post