Bula, JENDELASERAM.COM — Tim Kedeputian Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 1502/Masohi pada Selasa (07/07/2026).
Kehadiran Ketua Tim KKDN DPN Mayjen TNI Dr. Nur Wahyu Widodo bersama anggotanya Kol. Inf Dody Zulkarnain, Kol. Laut (H) Dr. Rudy Hartono dan Kol.inf Defi Deflijun itu dalam rangka peninjauan lapangan, pengumpulan data, serta penghimpunan masukan sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan strategis mengenai kedaulatan energi di Provinsi Maluku.
Tim Kedeputian Geostrategi DPN ini didampingi Danramil 1502-06/Bula Kapten Inf. M. Zen Anjaran melakukan kunjungan ke PT Kalrez Petroleum Seram Ltd dan PT. Citic Seram Energy Seram Ltd.
Ketua Tim KKDN DPN Mayjen TNI Dr. Nur Wahyu Widodo dalam kesempatan tersebut mengatakan, kunjungan kerja ke wilayah Kodim 1502/Masohi di Kabupaten SBT itu bertujuan untuk melakukan peninjauan lapangan serta mengumpulkan data dan masukan dalam rangka penyusunan rekomendasi kebijakan strategis mengenai kedaulatan energi di Provinsi Maluku.
Widodo mengungkapkan, Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya energi yang besar dan perlu dikelola secara optimal demi mendukung ketahanan energi nasional.
“Karena itu, kami ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga bertanya terkait berbagai kendala yang dihadapi dua perusahaan tersebut.
Menurutnya, penting untuk mengetahui secara jelas permasalahan yang menghambat operasional perusahaan agar dapat menjadi bahan kajian dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang tepat.
“Diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan informasi dan masukan secara terbuka, sehingga potensi energi di Maluku dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kedaulatan energi Nasional,” ucapnya.
Dirinya membeberkan, saat ini para pekerja di PT Kalrez Petroleum Seram Ltd masih menghadapi masalah tunggakan pembayaran gaji.
Kendati demikian, sebagai salah satu upaya mempertahankan operasional dan memberikan sumber pendapatan sementara, pihak perusahaan menjalankan kegiatan penjualan bahan bakar minyak sebagai alternatif.
Selain itu, PT Citik juga dilaporkan mengalami penurunan produksi yang berdampak pada berkurangnya aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.
“Kondisi tersebut memerlukan perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dapat dicarikan solusi yang berkelanjutan melalui penguatan investasi, kepastian usaha, serta kebijakan sektor energi yang mampu menjaga keberlangsungan kegiatan industri, melindungi hak-hak pekerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di SBT,” bebernya (JS-02)













Discussion about this post