Bula, JENDELASERAM.COM — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus meluas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) SBT, Hadi Rumbalifar dalam rapat bersama yang dipimpin Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri pada Selasa (01/09/2026) melaporkan kondisi kebakaran disertai langkah penanganan yang dilakukan.
Rumbalifar mengaku, dari data yang mereka himpun sejak 11 Juli hingga 31 Agustus 2026, petugas Damkar SBT telah berhasil melakukan pemadaman api pada 81 titik.
“Perlu kami laporkan bahwa, Petugas Damkar Kabupaten SBT sejak 11 Juli sampai tanggal 31 Agustus 2026 telah melakukan pemadaman api sebanyak 81 titik api,” tutur Rumbalifar.
Dia menyebut, dalam kerja-kerja di lapangan, mereka terkendala dengan hanya tersedia satu unit mobil Damkar, kekurangan perlengkapan APD dan selang air pemadaman yang yang sudah mengalami kebocoran.
“Adapun kendala yang kami hadapi dilapangan adalah kekurangan unit mobil damkar, perlengkapan APD bagi petugas Damkar dilapangan dan selang air pemadaman yang sebagian besar telah rusak/bocor,” sebutnya.
Sementara itu, Kasubag UPTD Kehutanan SBT, Saipullah mengungkapkan, sesuai hasil patroli rutin yang mereka lakukan setiap hari, titik api terjauh dan tidak terlihat oleh warga berada di 9 kilo meter dari pemukiman.
“Hasil patroli rutin yang kami laksanakan setiap hari. Titik api terjauh dan tidak terlihat oleh warga itu berjarak 9 Kilo dari pemukiman,” ungkapnya.
Dia menambahkan, hasil patroli dan pemantauan terhadap Karhutla di daerah ini sejak 28 Juni hingga 25 Agustus 2026, dari data analisis geospasial bersumber pada titik api dari hasil lapangan dan sipongi serta satelit NASA pada Analisa Arcgis Luas Karhutla mencapai 5.155,57 hektar.
Total data luasan itu berada di Kecamatan Bula seluas 479,89 hektar, Kecamatan Bula Barat 774.96 hektar dan Kecamatan Teluk Waru 134.25 hektar.
“Berdasarkan data analisis geospasial bersumber pada titik api dari hasil lapangan dan sipongi serta satelit NASA pada Analisa Arcgis Luas Karhutla kecamatan Bula 479,89 Ha, Kecamatan Bula barat 774.96 ha, Kecamatan Teluk Waru 134.25 ha. Total 5.155,57 Ha,” tambahnya.
Dirinya mengaku, pemicu utama dari Karhurla ini diduga dipicu oleh faktor kelalaian manusia. Di mana kata dia, pada jarak 2-3 kilo meter, kebakaran ini disebabkan karena masyarakat melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar serta masyarakat yang melakukan perburuan hewan maupun masyarakat yang tidak hati-hati saat berada di areal kebun.
“Pemicu utama saat ini adalah faktor kelalaian manusia,” akuinya (JS-01)













Discussion about this post