Bula, JENDELASERAM.COM — Wakil Bupati (Wabup) Seram Bagian Timur (SBT) M. Miftah Thoha R. Wattimena mengakui bahwa tantangan kesehatan ke depan semakin kompleks.
Untuk itu, dalam kegiatan pengukuhan dan pelantikan pengurus cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) SBT di aula pendopo bupati pada selasa (12/05/2026) itu, dia menitipkan tiga pesan penting kepada pengurus IBI yang baru dilantik.
“Saya menyadari bahwa tantangan kesehatan ke depan semakin kompleks. oleh karena itu, saya menitipkan beberapa pesan kepada pengurus IBI yang baru. Tingkatkan profesionalisme, berikan pelayanan yang humanis dan perkuat sinergi,” ucap Wattimena.
Untuk meningkatkan profesionalisme, para bidan diminta untuk teruslah beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Jangan pernah berhenti belajar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme diri sebagai seorang bidan.
Dia meminta agar memberikan pelayanan yang humanis dengan bersikap menjadi tenaga kesehatan yang ramah, penuh empati dan menjunjung tinggi etika profesi. Sebab sentuhan kasih sayang seorang bidan adalah obat pertama bagi pasien.
“Perkuat sinergi. Saya berharap IBI Kabupaten SBT dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta percepatan penurunan angka prevelensi stunting di Kabupaten SBT menuju generasi emas 2045,” pintanya.
Wattimena dalam kesempatan itu mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) SBT menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran pengurus yang baru saja dikukuhkan dan dilantik.
“Momentum hari ini bukan sekedar seremonial organisasi, melainkan penegasan komitmen dan tanggungjawab besar untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara, khususnya di bumi Ita Wotu Nusa yang kita cintai,” ucapnya.
Dirinya mengakui bahwa bidan adalah sosok mulia, di tangannya terletak tanggungjawab besar dalam menjaga kelangsungan generasi. Sebab bidan adalah garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.
“Peran seorang bidan bahkan dimulai dari mempersiapkan generasi yang layak untuk menikah dan hamil, masa kehamilan, detik- detik persalinan, hingga memastikan tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu berjalan dengan baik,” akuinya (JS-02)













Discussion about this post