Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menghimbau masyarakat di Kota Bula untuk tidak membuang sampah pada siang hari.
Himbauan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT Mirnawati Derlean ini menyusul temuan stafnya saat melakukan pembersihan di tempat sampah Pasar Baru, Kota Bula pada Selasa (24/02/2026) pagi.
Ia menyarankan masyarakat agar sampah-sampah yang ada dikumpulkan dalam plastik untuk ditaru sementara di halaman rumah, sehingga pada malam hari baru dibuang ke tempat sampah terdekat.
“Masyarakat biasa buang sampah itu pagi, siang. Pegawai negeri saja ada yang buang siang, padahal siang itu tidak boleh buang di tempat sampah. Isi saja di plastik, simpan saja dulu, nanti malam baru buang ke tempat sampah,” ucap Derlean.
Derlean menjelaskan, biasanya petugas melakukan pengangkutan sampah setelah waktu sholat Subuh, namun selama bulan Ramadhan, waktu pengangkutan dialihkan ke pukul 20.00 sampai 22.00 WIT.
Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk membuang sampah ke bak atau tempat-tempat sampah pada malam hari sebelum dilakukan pengangkutan oleh petugas.
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menghindari tumpukan sampah di tempat-tempat pembuangan pada siang hari.
“Kalau di hari-hari biasa angkutnya jam 5, tapi karena mereka harus sholat subuh dulu baru angkut, jadi waktu angkutnya setelah subuh. Tapi di bulan puasa, angkutnya itu malam. Jam 8 sampai jam 10,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan ini mengklarifikasi bahwa sampah yang berserakan di sekitar tempat sampah Pasar Baru Kota Bula itu merupakan hasil pembuangan masyarakat setempat setelah proses pengangkutan pada malam hari.
Kendati demikian, pada pagi tadi dia telah memerintahkan staf Dinas Lingkungan Hidup SBT untuk turun lapangan membersihkan sampah yang berserakan tersebut untuk diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kerbau Mati di kawasan Limura, Desa Bula Air.
“Padahal sudah selesai diangkut pada malam hari, tapi paginya ada sampah. Itu sampah yang baru ditaru oleh masyarakat setelah pengangkutan. Tadi saat pembersihan, masih ada yang datang buang sampah di pagi hari ini,” ucapnya.
Kepala Bappeda Litbang ini mengatakan bahwa sosialisasi sudah dilakukan, namun kesadaran masyarakat terhadap hal ini masih rendah, sehingga dinas yang dipimpin itu secara terus menerus akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Waktu 2025 kita bikin sosialisasi. Padahal sudah dikasih tahu ulang-ulang, jangan buang sampah di siang hari, nanti buang di malam hari, tapi masyarakat ini kita maklumi, ada yang dengar, ada yang tidak. Tapi tetap ke depan kami lakukan sosialisasi secara terus menerus,” katanya. (JS-02)













Discussion about this post