Bula, JENDELASERAM.COM — Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Risman Sibualamo menyambangi Kantor Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Jakarta pada Kamis pekan kemarin.

Sibualamo saat dikonfirmasi wartawan di Bula, Senin (09/02/2026) malam membenarkan kunjungan kerja yang dilakukan dirinya bersama staf di Kemenimipas.
Dia mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut dia menyerahkan surat dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk dipindahkan Lapas Geser ke Kota Bula pada lahan seluas 4,2 hektar yang telah dihibahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT pada beberapa tahun lalu.
“Alhamdulillah kunjungan saya dan anggota dan staf ke Dirjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan penyampaian surat dukungan juga dari kepolisian, kejaksaan dan pengandilan negeri, DPRD dan pemerintah daerah,” ungkap Sibualamo.

Dirinya mengaku, penjelasan yang diterima dalam pertemuan tersebut, Kemenimipas telah mengusulkan untuk ditampung anggaran pembangunannya pada APBN 2026 ini, namun karena efisiensi anggaran sehingga akan diusulkan kembali pada 2027 mendatang.
“Yang disampaikan kepada saya, sudah diusulkan di ABBN tahun 2026, tetapi lagi-lagi efisiensi makanya mudah-mudahan di 2027 itu bisa diusulkan kembali,” akuinya.
Ia menambahkan, pihak Kemenimipas juga menyampaikan masih ada syarakat yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) SBT yakni menambah ketersediaan lahan yang ada menjadi 5 hektar.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong pemindahan Lapas dari Kota Geser ke Kota Bula, dia langsung menyanggupi persyaratan tersebut dengan menggaransikan akan berkoordinasi dengan Bupati SBT, Camat dan Kepala Desa setempat untuk menambah luas lahan di kawasan Desa Englas tersebut.
“Mereka meminta jika misalnya itu direalisasi di 2027, yang pertama itu digenapkan 5 hektar lahan, yang kedua aksesibilitas itu harus, mungkin jalan dilakukan peningkatan dari sirtu menjadi hotmix,” tambahnya.
Pihaknya menilai, keberadaan Lapas di
Kota Geser ini sudah sangat tidak layak lagi bagi petugas dan warga hunian, sebab kondisinya sudah rusak dan tergenang saat air pasang.
“Karena memang real, Lapas di Geser itu sangat-sangat tidak layak lagi untuk warga binaan di situ, kondisinya sudah rusak ketika air pasang juga tergenang. Bukan saja terhadap warga binaan, tentu juga kepada petugas yang ada di sana,” ucapnya. (JS-02)













Discussion about this post