Bula, JENDELASERAM.COM — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku mulai memperbaiki jalan rusak yang terletak di depan bengkel Lakudo, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BPJN Maluku Adrian Maun dihubungi media ini di Bula pada selasa (19/05/2026) mengatakan bahwa kegiatan perbaikan jalan tersebut sudah dimulai sejak senin kemarin.
“Sudah ditangani. Itu mulai kerja tanggal 18 kemarin,” katanya.
Maun menjelaskan, penanganan yang mulai dilakukan agregat kelas A yang merupakan material campuran batu pecah atau kerikil bergradasi yang digunakan sebagai lapisan pondasi atas pada struktur perkerasan jalan.
“Yang saat ini (kemarin) kami lakukan itu dia punya agregat kelas A. Karena di situ lokasinya dia cekung, jadi dikasih rapi, biar air itu tidak terkenang lagi,” jelasnya.
Dirinya menuturkan, penanganan jalan rusak di depan bengkel Lakudo itu merupakan proyek preservasi Banggoi-Bula.
Khusus pada titik kerusakan di kawasan Desa Limumir itu sambung dia, holding atau upaya penanganan sementara pada ruas jalan berupa perawatan, perataan, atau penambalan itu sepanjang 75 meter.
“Kita punya salah satu titik itu di STA 43-43.075, berarti kurang lebih panjang penanganan itu 75 meter,” tuturnya.
Dia mengaku, pada titik kerusakan itu akan diaspal, sehingga untuk mengantisipasi air yang tergenang di badan jalan, mereka akan berkomunikasi dengan pemilik bengkel Lakudo untuk membuka plat yang berada di depan bengkel tersebut.
Pihaknya berujar, kegiatan pengaspalan itu baru akan dilakukan setelah memastikan cuaca dalam kondisi panas, sehingga pekerjaannya tidak terkendala.
“Itu nanti diaspal. Nanti setelahnya mungkin pemilik toko juga harus mengerti bahwa mungkin dia punya plat yang dia tutup itu nanti kita akan buka untuk mengalirkan air,” akuinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jalan rusak yang terletak di depan Bengkel Lakudo, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) segera ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), SBT Novi Rumata dalam keterangannya di Bula, Sabtu (04/04/2026).
Rumata mengungkapkan, kondisi kerusakan jalan yang terletak di ruas Banggoi-Bula itu sudah dilaporkan ke BPJN Maluku sejak 2025 lalu. Respon dari pihak balai, mereka akan melakukan penanganan.
“Sudah dari tahun kemarin kami diinfokan dari balai untuk ditangani,” ungkap Rumata.
Dirinya menerangkan, jalan rusak di depan Bengkel Laludo itu statusnya jalan nasional, sehingga penanganannya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat (Pempus) melalui BPJN Maluku.
Dia mengaku, pada Rabu beberapa hari lalu, dia kembali melaporkan kondisi terkini jalan rusak tersebut kepada BPJN Maluku melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BPJN Maluku Adrian Maun.
Dari koordinasi itu tambah dia, BPJN Maluku sudah melakukan kontrak untuk penanganan jalan ruas Banggoi-Bula dan salah satu spotnya berada di depan bengkel Lakudo tersebut.
“Balai sudah berkontrak untuk kegiatan penanganan jalan Banggoi-Bula dan salah satu spotnya depan Lakudo,” terangnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Tata Ruang ini menandaskan, berdasarkan observasi lapangan, penanganan kerusakan jalan di depan bengkel Lakudo itu bukan hanya tentang pengaspalan atau hotmix, tapi harus juga diperbaiki struktur bawah lapisan aspal yang sudah rusak, serta penanganan drainase, sehingga tidak terjadi genangan.
Karena itu, dari informasi yang diperoleh, rencananya pihak BPJN Maluku pada pekan depan akan turun langsung untuk mengecek penanganannya.
“Kemungkinan selasa baru dari pihak balai turun untuk cek kembali penanganannya. Karena infonya kemarin saat perencanaan bukan saat musim hujan,” tandasnya.
Sementara itu, PPK 2.5 BPJN Maluku Adrian Maun dihubungi terpisah mengungkapkan bahwa per 1 April 2026 kemarin sudah dilakukan kontrak preservasi dari Pasahari hingga Kota Bula.
“Kami baru kontrak kemarin tanggal 1. Kontraknya dari Pasahari sampai Bula, tapi pekerjaannya preservasi, kerja spot-spot saja,” ungkap Adrian Maun.
Ia mengaku, pada minggu depan dia bersama tim akan turun langsung ke lokasi untuk melihat titik-titik yang mengalami kerusakan.
“Mungkin minggu-minggu depan kami turun liat dulu baru bisa menanganan,” akuinya. (JS-02)













Discussion about this post