Bula, JENDELASERAM.COM — Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menekankan tiga poin penting dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan Posyandu bidang kesehatan yang digelar di Aula Hotel Mutiara, Kota Bula pada Kamis (30/07/2026).
Tiga poin yang ditujukan kepada tim pembina Posyandu itu meliputi percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas kader dan sinergi lintas sektor.
Alkatiri menegaskan, keberadaan Posyandu harus menjadi pusat deteksi dini stunting dan mengoptimalkan validitas data penimbangan dan pengukuran.
“Jangan sampai ada anak-anak kita di pelosok SBT yang luput dari pemantauan gizi dasar,” tegas Alkatiri.
Dia menambahkan, tugas tim pembina adalah mendampingi para kader agar mereka percaya diri dan cakap dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh, sanitasi layak dan imunisasi rutin.
Sementara untuk sinergitas lintas sektor kata dia, urusan Posyandu ini bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan (Dinkes) semata, melainkan kerja kolaboratif lintas sektor.
“Termasuk juga pelibatan aktif pemerintah desa melalui pemanfaatan anggaran Dana Desa (DD) yang tepat sasaran,” tambahnya.
Ia menilai, Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tim Posyandu, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, merata dan berkesenambungan kepada masyarakat.
“Atas nama Pemkab SBT, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan ini,” ucapnya.
Mantan Wakil Bupati SBT periode 2015-2020 ini menjelaskan, Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa dusun.
Dirinya mengakui bahwa kehadiran Posyandu sangat krusial dalam menyediakan layanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pencegahan stunting, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
“Pengelolaan Posyandu wajib dilakukan secara profesional dan terencana melalui sinergi aktif seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku ini mengingatkan bahwa peran kader Posyandu jauh melampaui tugas teknis pelayanan.
Menurutnya, mereka adalah agen perubahan yang menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang sadar dan peduli kesehatan.
“Perlu disadari bahwa ekosistem Posyandu merupakan tanggungjawab kolektif yang melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, organsisasi kemasyarakatan, hingga elemen masyarakat luas,” ingatnya (JS-01)













Discussion about this post