Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) telah merespon dugaan pencemaran lingkungan di lokasi pemuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Hemavaris Pratama di kawasan Kampung Nelayan, Desa Sesar, Kecamatan Bula.
Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen dalam konfrensi pers di Bula, Selasa (20/10/2026) sore mengungkapkan, respon itu ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh stafnya di lokasi tersebut.
Derlen mengaku, pasca kunjungan tersebut, dia bersama staf juga melakukan kunjungan di hari berbeda untuk memastikan langsung dugaan pencemaran pada lokasi pemuatan itu.
“Informasi ini setelah disampaikan, dua kali kita melakukan kunjungan ke lokasi. Yang pertama kabid beserta staf untuk melihat secara langsung laporan yang disampaikan itu ada pencemaran atau tidak dan kegiatan usaha yang dilakukan di sana. Kemudian yang kedua saya hadir bersama-sama juga untuk melakukan kunjungan langsung,” ungkap Derlen.
Ia membeberkan, dari kunjungan hari pertama dan kedua yang mereka lakukan itu, secara kasat mata tidak ditemukan ada tumpahan limbah di darat maupun di laut.
“Atas hasil kunjungan yang pertama maupun kedua, kita sudah melihat secara kasat mata bahwa memang tidak ada tumpahan minyak atau tumpahan limbah, baik di darat baupun di laut, itu secara kasat mata tidak ditemukan,” bebernya.
Kendati demikian kata dia, mereka tetap melakukan uji laboratorium terhadap kadar air garam di kawasan tersebut untuk memastikan kebenarannya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) SBT ini mengaku, sampel telah dikirim ke Kota Ambon, sehingga menunggu hasilnya untuk disampaikan.
“Itu sudah dilakukan, kita menunggu hasilnya, biasanya durasi waktu 7-10 hari. InshaAllah kalau hasil sudah kita dapatkan, ini harus menjadi suatu bahan penting bagi kita. Kalau memang ternyata tidak ada tercemar, berarti kita harus menyatakan bahwa tidak tercemar. Tapi kalau memang itu tercemar, juga harus kita sampaikan dan tindaklanjutnya seperti apa nanti,” akuinya (JS-01)













Discussion about this post