Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melakukan monitoring dan pendampingan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Kilmury pada Senin kemarin.
Kegiatan monitoring dan pendampingan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dikbudpora SBT Sanaria Mony bersama Irwan Rumain dan Nurjana Takaba.
Kabid PAUD Dikbudpora SBT Sanaria Mony dalam keterangan tertulis di Bula, Selasa (27/10/2026) mengungkapkan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi layanan PAUD di daerah tersebut.
Mony menambahkan, kehadiran mereka sekaligus untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi satuan pendidikan, serta merumuskan langkah tindaklanjut guna meningkatkan mutu dan pemerataan akses layanan PAUD, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
“Kegiatan monitoring dan pendampingan ini tidak semata-mata berorientasi pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami kondisi nyata di lapangan, mendengarkan kendala yang dihadapi para pendidik dan pengelola, serta mencari solusi bersama dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik wilayah,” ungkap Mony.
Dia menuturkan, sasaran kegiatan itu mencakup sejumlah satuan PAUD di Kecamatan Kilmury, termasuk PAUD Al-Marisha di jalan Ratu Kayumanis Wolok, PAUD Sombaratu di Desa Kamar serta PAUD Satu Atap (SATAP) di Desa Sumbawa.
Ia membeberkan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa satuan PAUD yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini belum memiliki gedung belajar definitif.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan anak usia dini yang aman, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak,” tuturnya.
Pihaknya menekankan bahwa pentingnya perhatian serius terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, terutama ketersediaan gedung belajar yang layak bagi satuan PAUD di Kecamatan Kilmury.
Untuk itu, dia berharap usulan pembangunan dan pemenuhan gedung belajar PAUD dapat diprioritaskan melalui program revitalisasi satuan pendidikan, sesuai dengan ketentuan, kriteria dan mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, langkah ini dinilai penting untuk menjawab ketertinggalan infrastruktur pendidikan serta memperkuat pemerataan akses layanan PAUD bagi anak-anak di wilayah 3T.
“Pemenuhan gedung belajar yang layak merupakan kebutuhan mendasar dalam mendukung proses pembelajaran PAUD. Kami berharap satuan PAUD yang belum memiliki gedung definitif, termasuk PAUD Al-Marisha di jalan Ratu Kayumanis Wolok, PAUD Sombaratu di Desa Kamar serta PAUD Satu Atap (SATAP) di Desa Sumbawa dapat menjadi perhatian dalam pengusulan program revitalisasi, sehingga anak-anak di wilayah terpencil juga memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” ucapnya.
Istri dari Anggota DPRD SBT Husin Rumadan ini mengaku, selain persoalan infrastruktur, monitoring dan pendampingan juga memberikan perhatian terhadap penguatan administrasi kelembagaan, proses pembelajaran, pendataan peserta didik, serta dukungan terhadap pelaksanaan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
Pihaknya mengatakan bahwa pendataan anak usia prasekolah yang belum memperoleh layanan PAUD perlu terus dilakukan agar tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan sejak usia dini.
“Dalam konteks tersebut, keberadaan PAUD Satu Atap menjadi salah satu alternatif untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan, terutama bagi desa yang belum memiliki akses PAUD yang memadai. Pemanfaatan fasilitas sekolah dasar untuk mendukung penyelenggaraan PAUD perlu direncanakan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan keamanan, kenyamanan dan kebutuhan belajar anak,” akuinya (JS-01)











Discussion about this post