Bula, JENDELASERAM.COM — Harapan petani di Desa Akijaya, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk kembali menanam padi di tengah kondisi kemarau mulai terwujud pada Rabu kemarin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT, Sofyan Waraiya dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Bula, Kamis (22/10/2026) mengungkapkan, kurang lebih 5 bulan terakhir ini, petani sawah di Desa Akijaya terkendala aktivitas penanaman padi akibat ketersediaan air yang terbatas.
Waraiya mengaku, lewat bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, petani sawah di desa setempat sudah mulai bergerak kembali melakukan penanaman padi.
“Gerakan tanam padi di Desa Akijaya merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan bantuan irigasi perpompaan atau Irpom yang diberikan oleh Kementan di tengah musim kemarau yang sedang berjalan, tentu kurang lebih 5 bulan petani sawah tidak melakukan aktivitas penanaman padi akibat ketersediaan air terbatas,” ungkap Waraiya.
Dia menambahkan, kemarau panjang ini ikut berdampak pada produksi beras pada tahun 2026 ini. Sebab realisasi tanam hingga bulan Oktober 2026 hanya mencapai 407 hektar untuk tanaman padi.
Padahal kata dia, target pada tahun 2026 ini harusnya melebihi, namun akibat kemarau yang masih berlangsung ini membuat para petani harus menyesuaikan dengan ketersediaan air yang ada.
“Target kita mestinya lebih, namun akibat kemarau yang masih berlangsung, maka petani menyesuaikan dengan ketersediaan air, salah satunya pemanfaatan Irpom yang sudah selesai dikerjakan petani,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT melalui Dinas Pertanian setempat selalu melakukan pengecekan, jika pekerjaan Irpom pada sejumlah tempat sudah dituntaskan dan sudah tersedia air maka kegiatan penanaman kembali dilakukan untuk menjaga produksi padi di daerah ini.
“Tentu kegiatan ini didampingi penyuluh pertanian, mulai dari penanaman sampai pasca panen, sehingga produksi maksimal tentu bedampak terhadap peningkatan pendapatan petani,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post