Bula, JENDELASERAM.COM — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papeda Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyerukan dukungan penuh terhadap berbagai program Pemerintah Pusat (Pempus) yang digelontorkan ke Kabupaten SBT.
Seruan itu disampaikan Ketua LSM Papeda SBT Musa Rumakey dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Bula pada Jumat (07/08/2026).
Rumakey menegaskan, besarnya alokasi anggaran dari Pempus menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Pempus telah menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan daerah melalui peningkatan anggaran di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat.
“Ini merupakan kesempatan besar bagi Kabupaten Seram Bagian Timur untuk mengejar ketertinggalan pembangunan. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar program pemerintah pusat dapat terlaksana secara maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Rumakey.
Dia menuturkan, di tengah kebijakan anggaran oleh Pempus saat ini, Kabupaten SBT mengalami pemotongan anggaran pada tahun 2026 ini mencapai Rp 117 miliar.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon ini menilai, besaran anggaran yang dikuncurkan Pempus melalui pembangunan jalan dan jembatan di ruas Bula-Masiwang-Airnanang dan Airnanang-Kota Baru, proyek Cetak Sawah di wilayah transmigrasi Bula Barat dan Werinama, serta revitalisasi satuan pendidikan di sejumlah kecamatan telah melampaui nilai potongan Rp 117 miliar tersebut.
“Tahun ini anggaran SBT dipangkas 117 miliar, tapi kalau dibandingkan dengan anggaran Pempus lewat beberapa program di SBT, saya kira nilainya melampaui,” tuturnya.
Sekretaris KAHMI SBT ini menyadari bahwa di era demokrasi saat ini semua orang dijamin untuk menyampaikan pendapat di depan publik, namun jangan sampai menyampingkan kepentingan daerah lewat bantuan Pempus ini.
Untuk itu, dia mengajak kepada semua elemen di daerah ini untuk sama-sama mendukung pelaksanaan program-program yang sedang dilakukan agar berjalan optimal.
“Kita boleh kritis, karena itu hal yang wajar. Menyampaikan pendapat juga dijamin, tapi jangan sampai kita mengabaikan kepentingan daerah. Kita semua harus terlibat membangun daerah ini dengan kapasitas kita masing-masing, satu kontribusi nyata sebenarnya adalah dukungan kita terhadap program yang dijalankan,” ajaknya (JS-02)













Discussion about this post