Bula, JENDELASERAM.COM — PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bula mengapresiasi gerak cepat Dinas Pemadam Kebakaran (Dankar) dan Keselamatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bersama Polres setempat dan pihak lain yang terlibat dalam memadamkan api di sekitar mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bula di kawasan Air Kabur-Kabur pada Senin (13/07/2026).
Apresiasi itu disampaikan Manajer PT PLN ULP Bula Rusli Hardianto Akbar dalam keterangan tertulisnya.
“Kami dari PLN ULP Bula dan PT. MEP mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas bantuan dari pihak Damkar dan Polres SBT, serta seluruh pihak yang terlibat dalam memadamkan kebakaran di wilayah PLTD PT. MEP hari ini,” ucapnya.
Dia mengaku, akibat kebaran yang terjadi di sekitaran lokasi PLTD, pihak PLN melakukan pemadaman listrik secara mendadak pada siang tadi.
Untuk itu, dia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kepada konsumen PLN, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami lakukan pemadaman emergency dikarenakan terjadi kebakaran di sekitar pembangkit PLTD MEP,” akuinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah berlangsung sejak tiga hari lalu di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Keselamatan SBT Hadi Rumbalifar kepada wartawan di sela-sela memimpin personil melakukan pemadaman api di dekat lokasi mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bula di kawasan Air Kabur-Kabur pada Senin (13/07/2026).
Rumbalifar mengungkapkan, kebakaran yang berlangsung dari tiga hari lalu itu masih berada di kawasan tinggi, namun musibah kebakaran hari ini semakin mendekati mesin PLTD dan gedung Kampus STAI Bula.
“Kebakaran sebenarnya sudah 3 hari yang lalu, tapi jaraknya masih jauh. Tadi pagi jam 06.00 WIT, dari petugas PLN sudah ke kantor melaporkan bahwa ada kebakaran,” ungkap Rumbalifar.
Dia menuturkan, sejak pukul 08.00 WIT, petugas Damkar SBT sudah berada di sekitar lokasi mesin PLTD Bula dengan satu unit mobil Damkar untuk melakukan antisipasi pemadaman api.
“Kita dari jam 08.00 tadi sudah disini. Jaga sampai apinya terus jalan sampai ke belakang (mesin PLN) ini, yang besar,” tuturnya.
Mantan Camat Bula ini membeberkan, dari taksiran sementara, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 20 hektar.
“Sekitar 20 hektare,” bebernya.
Dirinya mengatakan, setiap musibah kebakaran di Kota Bula, Damkar SBT selalu kewalahan dalam pengisian air, karena tidak tersedia mobil penyupply air.
Masalah ini sambung dia telah dilaporkan kepada Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dan mendapat respon baik untuk dilakukan pengadaan pada 2027 mendatang jika keuangan daerah sudah membaik.
“Dari awal saya sudah bilang dan saya sudah laporkan ke pak bupati soal mobil supply air ini. Beliau menanggapi sangat serius bahwa kita akan mengadakan satu mobil supply lagi. Tapi karena kita berada pada efisiensi anggaran, makanya ini masih tertunda semua. Tapi Pak Bupati sangat serius untuk mudah-mudahan tahun 2027 bisa ada mobil supply,” katanya.
Ia menyebut banyak pihak yang terlibat dalam aksi pemadaman api di kawasan puncak Air Kabur-Kabur itu.
Untuk itu, dia menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak Polres SBT, TNI, Brimob Bula, BPBD, PLN dan masyarakat yang ikut membantu memadamkan kobaran api.
“Teman-teman dari kepolisian juga membantu, dari TNI juga datang membantu. Alhamdulillah, masyarakat sama-sama kita memedamkan api. Terima kasih kepada teman-teman yang punya usaha air, mereka dengan suka rela membantu air. Sekali lagi dari pemerintah daerah melalui Dinas Pemadam Kebakaran menyampaikan terimakasih banyak,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post