Bula, JENDELASERAM.COM — DPC Rabithah Alawiyah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) rutin menggelar kegiatan Haul Akbar Habaib, Masyayikh dan Ulama se-Pulau Seram di Kota Bula.
Inisiator Haul Akbar SBT Habib Hasan Bin Syeh Abubakar dalam sela-sela Haul Akbar Habaib, Masyayikh dan Ulama se-Pulau Seram ke-4 yang dipusatkan di halaman Masjid As-Salam Bula pada Jumat (26/06/2026) malam mengungkapkan, kegiatan ini sudah berlangsung selama empat tahun berturut-turut.
“Kegiatan Haul Akbar ini sudah dilaksanakan selama empat kali berturut-turut di Kota Bula,” ungkapnya.
Habib Hasan yang juga sebagai Sekretaris Rabithah Alawiyah Kota Ambon ini menuturkan, ada sekitar 42 Habaib, Masyaikh dan Ulama se-Pulau Seram yang dihaulkan.
Ia mengaku, dari banyaknya ulama, jumlah ini yang baru tercatat, sehingga dia membuka diri kepada semua umat Islam di daerah ini untuk dapat memberikan informasi lengkap tentang ulama lain yang belum tercatat di DPC Rabithah Alawiyah SBT.
“Malam hari ini, ada empat puluh sekian ulama yang berhasil kami catatkan informasi tentang perjalanan mereka. Jika bapak/ibu mempunyai informasi tentang ulama lain, kami mohon untuk membagikan kepada kami,” tuturnya.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengungkapkan, Pemkab SBT sangat merespon baik kegiatan yang diselenggaran setiap tahun ini.
Dirinya membeberkan, dia sudah dua kali berturut-turut hadir secara langsung dalam peringatan Haul Akbar Habaib, Masyayikh dan Ulama se-Pulau Seram di Kota Bula.
“Ini sudah kali keempat. Saya sendiri sudah dua kali hadir. Saya sangat senang, mewakili Pemerintah Daerah. Dengan kegiatan seperti ini, mudah-mudahan kegiatan ini menambah kembali cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW dan juga cinta kita kepada para ulama, sudah tentu juga dengan ilmu yang diajarkan dan diwariskan kepada kita semua,” ungkap Alkatiri.
Alkatiri menuturkan, cerita tentang para ulama adalah cerita tentang penerus baginda Nabi Muhammad SAW.
Dia berujar, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa para ulama itu adalah pewaris nabi. Mereka yang mewaris ilmu yang diajarkan baginda nabi, sekaligus menjadi contoh dan teladan dan mengajarkan kepada umat nabi Muhammad yang datang setelah beliau.
“Sudah pasti, apa yang mereka warisi adalah sesuatu yang nilainya tak terhingga, yaitu warisan ilmu, warisan yang akan memberi manfaat kepada mereka atau kepada kita yang diajarkan oleh mereka tentang ilmu itu manfaat di dunia dan di akhirat,” tuturnya.
Dirinya berujar, dalam posisi sebagai Pemerintah Daerah (Pemda), dia sangat sadar bahwa salah satu tanggungjawab sebagai pemimpin ataupun umat Nabi Muhammad SAW adalah melaksanakan satu misi yakni perubahan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, dalam hadits, nabi menyampaikan bahwa siapa diantara kalian wahai umatku, siapa yang melihat ada sesuatu yang tidak baik, kemungkaran, maka hendak dia rubah dengan tangannya. Kalau dia tidak mampu dengan tangannya, dia lakukan dengan kata-katanya. Kalau dia tidak mampu juga, dia tetap harus merubah kemungkaran itu walaupun dengan hatinya.
“Fungsi perubahan itu adalah tanggungjawab kita semua. Sebagai pemimpin politik, ada bagian yang harus saya urusi dalam batas kewenangan saya. Negara ini sudah membagi-bagi kewenangan, ada yang jadi kewenangan kepala daerah, ada yang jadi kewenangan aparat penegak hukum, ada yang jadi kewenangan kawan-kawan di DPRD. Di luar kami semua, ada juga yang jadi kewenangan alim ulama,” ujarnya. (JS-02)











Discussion about this post