Bula, JENDELASERAM.COM — Bapak Bahrum dan istrinya Hasni Sula bersama 8 orang anak yang bermukim rumah gubuk berukuran 3×3 meter di kawasan Terminal dan Pasar Gumumae Bula, Desa Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat rejeki beruntun setelah viral di Media Sosial (Medsos).
Setelah mendapat rumah baru dari Kepolisian Resor (Polres) SBT melalui bedah rumah berukuran 6×7, giliran Lembaga Amil Zakat (LAZ) Cendekia Maluku memberikan paket bantuan paket Sembako kepada mereka.
Bantuan yang merupakan program ‘Pangan Berkah’ ini diserahkan langsung oleh Ketua LAZ Cendikian Maluku Cabang SBT Yadi Derlen bersama timnya kepada ibu Hasni Sula di kediamannya pada selasa (23/06/2026).
Derlen mengungkapkan, program ‘Pangan Berkah’ ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengulurkan tangan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama kepada keluarga bapak Bahrum dan Ibu Hasti Sula yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
“Kehadiran tim LAZ Cendekia Maluku yang membawa paket bantuan pangan pokok pun disambut dengan raut haru dan bahagia oleh Ibu Hasti dan anak-anaknya,” ungkap Derlen.
Dalam sela-sela menyerahkan bantuan itu, dia menyampaikan rasa prihatin yang mendalam sekaligus harapannya agar gerakan kemanusiaan seperti ini bisa lebih masif menyentuh lapisan masyarakat bawah.
“Melihat kondisi keluarga Bapak Bahrum dan Ibu Hasti dengan delapan anak yang harus berdesakan di rumah ukuran 3×3 meter beratapkan terpal, tentu hati kita teriris. Ini adalah panggilan iman dan kemanusiaan bagi kita semua,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa program Pangan Berkah ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan jembatan untuk membuka mata banyak pihak akan urgensi penanganan kemiskinan dan pembenahan infrastruktur tempat tinggal yang layak di SBT.
“Kami dari LAZ Cendekia Maluku berkomitmen untuk terus mendampingi mereka. Namun, persoalan ini tidak bisa kami selesaikan sendiri. Kami berharap bantuan ini bisa memantik kepedulian dari para agnia (donatur) dan juga perhatian dari pemerintah daerah agar ada solusi jangka panjang, terutama terkait hunian yang lebih layak untuk masa depan delapan anak mereka,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, aksi penyaluran ini menjadi pengingat kuat bahwa di tengah keterbatasan, solidaritas dan gotong royong melalui lembaga zakat masih menjadi secercah harapan bagi kaum dhuafa di Maluku.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pemenuhan kebutuhan gizi harian mereka yang selama ini serba terbatas,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post