Bula, JENDELASERAM.COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STKIP Hunimua melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati SBT, Senin (02/11/2026).
Aksi yang dilakukan puluhan aktivis HMI itu untuk menyikapi kondisi dampak El-Nino yang sudah berlangsung di SBT selama beberapa bulan terakhir ini.
Ketua Komisariat STKIP Hunimua SBT, Dede Rumatiga mengungkapkan, kehadiran dia bersama rekan-rekannya itu untuk meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT agar mengantisipasi bencana yang diakibatkan oleh fenomena El-Nino ini.
Rumatiga mengatakan, selain kekeringan, masalah kebakaran yang terjadi itu juga berdampak langsung pada ekosistem dan masyarakat.
“Terjadi kebakaran ini bukan hanya dampak pada ekosistem, tapi berdampak kepada masyarakat di SBT secara keseluruhan,” ungkap Rumatiga.
Dia membeberkan, akibat fenomena ini, banyak tanaman cengkeh dan pala yang selama ini menjadi komuditas unggulan masyarakat banyak yang kering dan terbakar.
Menurutnya, dengan situasi yang dialami masyarakat ini, Pemkab SBT harus bersikap responsif dengan melakukan pendataan terhadap tanaman masyarakat yang rusak dan memberikan kompensasi kepada mereka.
“Yang terjadi di lapangan saat ini, kita semua sudah mengetahui bahwa, cengkih dan pala yang menjadi penopang kehidupan masyarakat terbakar habis. Pemerintah harus responsif. Kami datang di sini menyampaikan keresahan dari masyarakat SBT secara keseluruhan,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri yang diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) SBT, Basyar Rumalean.
Dirinya mengatakan, mereka mendesak Bupati untuk menetapkan status tanggap darurat bencana El-Nino dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) SBT.
“Jangan ada pembiaran, petani sudah merugi, ekologi sudah rusak,” katanya.
Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan nyata kepada petani berupa bibit tahan kering, pukuk, pakan ternak, pompa air dan distribusi air bersih.
“Kami mendesak pemerintah ganti rugi ekonomi petani terdampak, data ulang lahan gagal panen dan berikan kompensasi, jangan biarkan petani menanggung sendiri akibat gagalnya negara hadir,” desaknya (JS-02)











Discussion about this post