Bula, JENDELASERAM.COM — Kehadiran 22 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bakal menyerapat tenaga kerja dalam pekerjaan konstruksi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan SBT, Surahman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD SBT pada Rabu (28/10/2026) mengungkapkan, dalam pembangunan KNMP ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT telah mengingatkan pihak kontraktor untuk mengakomodir tenaga kerja lokal.
“Pelaksanaan pembangunan ini kami minta kepada para pelaksana, vendornya bahwa penggunaan tenaga kerja itu harus menggunakan tenaga kerja lokal,” ungkap Surahman.
Dia bahkan secara tegas meminta pihak kontraktor agar agar tidak serta merta membawa tenaga kerja dari luar SBT.
Menurutnya, yang boleh didatangkan dari luar SBT hanya tenaga kerja yang menangani pekerjaan teknis di lapangan.
“Kalau untuk tenaga kerja biasa tidak boleh datangkan dari luar, kecuali tenaga kerja itu yang sifatnya teknis dan ini memang mereka laksanakan,” ucapnya.
Surahman membeberkan, ditargetkan dalam pembangunan 22 KNMP ini akan menyerap tenaga kerja lokal kurang lebih 500 orang, dengan rincian masing-masing KNMP sebanyak 20 orang.
“Kalau pekerjaan ini jalan sampai dengan 27 Desember itu, kami perkirakan kurang lebih 500 tenaga kerja itu akan bekerja pada kegiatan ini. Satu KNMP bisa serap 22 orang,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Seram Bagian Timur mendapat sebanyak 22 bantuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia pada tahun 2026 ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan SBT, Surahman menjelaskan, jumlah yang diterima SBT ini paling terbanyak diantara semua kabupaten/kota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Surahman mengatakan, dari total 198 desa di kabupaten yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri-M. Miftah Thoha R. Wattimena ini, 180 diantaranya berada pada wilayah pesisir.
“Sesuai dengan surat keputusan Satgas, kita mendapatkan alokasi sebanyak 22 titik. Sudah pasti, 22 titik KNMP ini merupakan KNMP terbanyak untuk kabupaten/kota di Maluku dan Maluku Utara,” jelasnya Surahman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD SBT pada Rabu (28/10/2026).
Dia menyebut, 22 KNMP itu tersebar di Desa Geser, Amarsekaru, Bemo Perek, Batuasa, Akijaya, Englas, Sesar, Bula, Dawang, Waru, Kwamor Mata Wawa, Kellu, Kilfura, Kilwaru, Kulugowa, Ilili, Lahema, Kurwara, Amarlaut, Kilbutak, Karlokin dan Kilga Kilwouw.
Dari jumlah itu sambung dia, KNMP Desa Geser dan Amarsekaru masuk dalam kategori KNMP Hub. Sementara 20 lainnya kategori KNMP penyangga.
Ia menuturkan, untuk kategori KNMP Hub ini akan dibanguna fasilitas secara lengkap, baik Cold Storage, pabrik es, doping perahu, kios berdekalan, kantor pengelola, selter pendaratan ikan, tempat pembuang sampah portabel, ruang genset dan serana pelengkap lainnya.
Sementara pada KNMP penyangga hanya dibangun tiga bangunan utama yaitu pabrik es, gedung perbekalan dan tambatan perahu.
“Ada 2 Hub, ada 20 penyangga. Kalau Hub ini merupakan KNMP utama, dengan fasilitas yang dibangun itu lengkap. Kalau untuk KNMP penyangga itu, yang dibangun hanya tiga bangunan utama, dia memang berbeda,” tuturnya (JS-01)












Discussion about this post