Bula, JENDELASERAM.COM — Jemaah haji asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang diberangkat dari Kota Bula pada 7 Mei 2026 lalu telah tiba di Kota Bula pada minggu (21/06/2026).
Kedatangan tamu Allah ke daerah asal mereka ini disambut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dari Bandara Kufar untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di Aula Pendopo Bupati SBT.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) SBT Supran Sultan menjelaskan, jemaah haji SBT tergabung dalam Kloter 26 Embarkasi Makassar yang berangkat dari Madinah pada Jumat 19 Juni 2026.
Supran mengungkapkan, pada keesokan harinya mereka tiba di Bandara Hassanudin Makassar untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Ambon.
“Mereka tiba sore kemarin di Asrama Haji. Sempat nginap satu hari di Asrama Haji sebelum pagi tadi berangkat menggunakan pesawat Trigana menuju Bula dan Alhamdulillah sudah sampai di tempat ini,” ungkapnya.
Dia membeberkan, jemaah haji asal SBT berjumlah 9 orang yang diberangkatkan ke tanah suci itu dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar.
Meski demikian, dia melaporkan bahwa dari 9 orang itu hanya 7 orang yang sampai ke Bula. Sementara H. Zainal Arifin Fanath bersama istrinya Hj. Laila tidak sempat ikut ke Kota Bula lantaran ibu dari Hj. Laila meninggal dunia pada jumat kemarin.
”Pas mereka tiba di Asrama Haji, pas pula dimakamkan di Ternate. Oleh karena itu, beliau menyampaikan permohonan maaf, dan hari ini sudah berangkat ke Ternate,” bebernya.
Sementara itu, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) SBT A. Q. Amahoru menyampaikan selamat datang kembali di bumi Ita Wotu Nusa kepada seluruh jemaah haji yang telah selesai menunaikan rukun Islam kelima.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku ini berujar, kepulangan bapak dan ibu jemaah haji SBT tahun 2026 ini merupakan kebahagian bagi semua pihak di daerah ini.
“Setelah menjalani rangkaian ibadah yang panjang, penuh pengorbanan, kesabaran dan keikhlasan, hari ini bapak dan ibu kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat dalam keadaan sehat wal afiat,” ujar Alkatiri.
Alkatiri menuturkan, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju tanah suci, melainkan perjalanan spiritual yang membentuk karakter, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kesabaran, ketaatan, persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Oleh karena itu, kami berharap seluruh jamaah yang telah kembali dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, menjadi pribadi yang lebih baik, serta mampu membawa semangat perubahan dan kebaikan bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Politisi yang juga sebagai Da’i ini menjelaskan, predikat haji mabrur adalah puncak kerinduan dan cita-cita tertinggi dari setiap jiwa yang bersimpuh di Baitullah.
Kendati demikian sambung dia, kemabruran itu bukanlah hiasan sesaat kala berada di Makkah dan Madinah, melainkan sebuah cahaya yang harus terus memancar dalam hela dan hembus nafas, serta perilaku sehari-hari setelah kembali ke pangkuan bumi SBT.
“Kami menaruh harapan yang sangat mendalam, agar nilai-nilai kesucian, ketundukan dan keikhlasan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, dapat terus diinternalisasikan dalam spiritual yang menjelma dalam tindakan nyata di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas haji, kementerian agama, kementerian haji dan umrah, bagian kesejahteraan rakyat Setda, tenaga kesehatan, serta semua pihak yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jemaah selama proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke tanah air.
“Semoga pengalaman spiritual yang diperoleh selama di tanah suci semakin mempererat ukhuwah islamiyah, memperkuat persatuan dan kerukunan umat, serta menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah yang kita cinta ini,” ucapnya (JS-02)













Discussion about this post