Bula, JENDELASERAM.COM — Tiga kabupaten di Indonesia diusulkan menjadi lokus Proyek Strategis Nasional (PSN) hilirisasi sagu.
Tiga kabupaten itu yakni Kabupaten Nias di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Lingga di Provinsi Riau dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Provinsi Maluku.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam sela-sela membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) e-Katalog bagi pengguna dan penyedia jasa di Aula Pendopo SBT pada selasa (09/06/2026) mengungkapkan, ikhtiar bersama untuk mengusulkan tema hilirisasi sagu semakin memperlihatkan hasil yang terang.
“Apa yang jadi ikhtiar kita bersama dari awal, mengusung tema Hilirisasi Sagu, Alhamdulillah semakin memperlihatkan ujung yang terang,” ungkap Alkatiri.
Dia membeberkan, dalam Focus Group Discussion (FGD) secara online dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu, Tenaga ahli Bupati SBT Ahmad Mony yang berada di Jakarta dalam beberapa agenda hadir secara langsung dalam FGD tersebut.
Alkatiri berujar, penyampaian Bappenas, dari tiga daerah yang mengusulkan hilirisasi sagu untuk ditetapkan sebagai lokus PSN itu, Kabupaten SBT dianggap paling layak untuk didorong menjadi PSN.
“Bappenas mengatakan bahwa dari 3 daerah yang mengusulkan PSN, usulan daerah terkait hilirisasi sagu yaitu Nias, Lingga dan SBT. Yang dianggap paling layak untuk didorong menjadi PSN adalah SBT,” bebernya.
Dirinya menceritakan bahwa ide hilirisasi sagu ini pertama kali disampaikan secara terbuka saat bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman pasca dilantik menjadi Bupati SBT pada 20 Februari 2025 lalu.
Ia membayangkan saat itu, tema hilirisasi sagu yang diperjuangkan tersebut sangat linier dengan Kementerian Pertanian. Dalam perjalanannya, ternyata yang mencetuskan ide hilirisasi sagu itu ada di Kementerian Perindustrian.
“Saya dulu berpikir hilirisasi sagu tema yang linier sekali dengan Kementerian Pertanian, karena di sanalah saya pertama kali bicara tentang hilirisasi sagu. Ternyata dalam perjuangan kita di pemerintah pusat, justru kita mendapatkan yang mencetuskan ide Hilirisasi sagu itu adalah Kementerian Perindustrian,” ucapnya.
Politisi PKS ini mengaku, sejak awal, di benak Kementerian Perindustrian Nias dan Lingga yang jadi calon lokus PSN hilirisasi sagu ini, namun menurut Kementerian Perindustrian, secara kapasitas, secara bahan baku belum terlalu dianggap memadai, sehingga dibiarkan menjadi usulan daerah.
Setelah SBT masuk dan mereka melihat betapa potensial, serta keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda), Kementerian Perindustrian agak menyesal, sebab kalau mereka tahu sejak awal maka akan diusulkan jadi usulan pemerintah pusat untuk menjadi PSN.
“Mereka sebenarnya agak menyesal, kata mereka, Pak Bupati kalau kita tahu ini dari awal, justru SBT yang kita usulkan jadi usul pemerintah pusat untuk menjadi PSN. Tapi kami bersyukur, pemerintah daerah sudah meminisiasi ini, sehingga mudah-mudahan beberapa kekurangan yang diminta oleh Bappenas itu bisa dalam waktu dekat kita lengkapi,” akuinya (JS-02)













Discussion about this post