Bula, JENDELASERAM.COM — Kabut asap tebal mengepung wilayah Kecamatan Bula dan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus terjadi di daerah ini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) SBT SBT Halima Arey mengungkapkan, sejak dua minggu lalu UPTD Pendidikan Bula Barat memberikan informasi bahwa ada sejumlah sekolah yang sempat dialihkan jam belajar akibat kabut asap tebal tersebut.
Arey menyebut, sekolah-sekolah yang dialihkan jam belajar dari pagi ke siang itu meliputi SMP 37 SBT dan SD 8 Bula Barat di Desa Sumber Agung dan SD 9 dan SD 8 Bula Barat di Desa Jembatan Basah.
“Dua minggu kemarin info dari UPTD Bula Barat itu mereka alihkan jam belajar untuk sekolah siang. Itu di dua tempat, Jembatan Basah dan Sumber Agung. Jembatan Basah SD 9 dan SD 10 Bula Barat, kalau di Sumber Agung SMP 37 SBT dan SD 8 Bula Barat,” ungkap Arey di Bula pada Rabu (07/10/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dikbudpora SBT ini mengaku, kondisi tersebut hanya berlangsung selama seminggu.
Untuk saat ini sambung dia, aktivitas belajar mengajar pada empat sekolah di Kecamatan Bula Barat itu sudah berlangsung normal.
“Tapi itu berlangsung hanya dalam satu minggu, abis itu kembali normal seperti sekarang,” akuinya.
Dia menuturkan, untuk sekolah-sekolah di Kecamatan Bula dan Teluk Waru masih berlangsung normal, meskipun kabut asap ini juga menyelimuti wilayah Kota Bula dan sekitarnya.
“Untuk Bula belum ada, sampai sekarang masih normal. Teluk Waru juga masih normal,” tuturnya (JS-01)













Discussion about this post