Ambon, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon menjalin kerjasama di bidang pendidikan.
Kerjasama itu dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri dan Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano di kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Selasa (13/10/2026).
Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri menandaskan, kerjasama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mengembangkan potensi lokal, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat SBT,” tandas Alkatiri.
Dia menegaskan bahwa kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Alkatiri menilai, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM berkualitas, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menghadirkan gagasan dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Oleh karena itu, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi landasan utama dalam pelaksanaan kerjasama tersebut,” tegasnya.
Mantan Wakil Bupati SBT 2015-2020 ini menekankan pentingnya penelitian dan kajian akademik yang berorientasi pada kebutuhan daerah.
Menurutnya, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pemerintah, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan nilai-nilai sosial budaya.
“Keterlibatan dosen, peneliti, mahasiswa dan tenaga ahli sangat penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kompetensi generasi muda, serta mengembangkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi Kabupaten SBT,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika atas terjalinnya kemitraan tersebut.
“Semoga kerjasama ini menjadi fondasi bagi kolaborasi berkelanjutan yang memadukan keilmuan, nilai-nilai keislaman dan kebutuhan pembangunan daerah,” harapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus mengaplikasikannya bagi kepentingan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan dan penelitian perlu berjalan beriringan dengan pengabdian kepada masyarakat, agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan sosial.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan melalui pendidikan dan penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata serta menjawab kebutuhan masyarakat,” Tegas Wakano.
Dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara ulama, cendekiawan, teknokrat dan budayawan dalam mendukung pembangunan daerah.
Sinergi berbagai unsur tersebut kata dia, diharapkan dapat melahirkan gagasan strategis, memperkuat pemikiran pembangunan, serta mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dokumentasi pengetahuan, pemikiran dan pengalaman sebagai upaya menjaga serta mengembangkan kontribusi intelektual bagi masyarakat.
“Kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” ucapnya.
Ia turut mendorong penguatan komunikasi antara ulama dan cendekiawan, serta integrasi keilmuan Islam dengan pengetahuan umum.
Perpaduan tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan, memperkuat pemahaman keagamaan dan membentuk generasi yang kompeten, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Saya mengajak seluruh pihak memperluas jejaring kerjasama hingga tingkat nasional dan internasional agar gagasan serta kontribusi intelektual dari Maluku dapat dikenal lebih luas dan memberikan inspirasi bagi masyarakat di berbagai wilayah,” ajaknya (JS-02)













Discussion about this post