Bula, JENDELASERAM.COM — Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Risman Sibualamo menyampaikan konsistensinya dalam mengawal perbaikan bendungan Bubi di Kecamatan Bula Barat yang mengalami kerusakan parah.
Sibualamo mengungkapkan, pada 2025 lalu dia mendatangi Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku untuk menyampaikan kondisi kerusakan bendungan tersebut.
Dia menambahkan, sebagai tindaklanjut dari perjuangan itu, pada 25 Juni 2025 dia mendatangi Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“2025 lalu saya ke Balai Sungai Maluku dan seterusnya ke Ditjen Irigasi dan Rawa di akhir 2025 itu, karena saluran irigasi Wai Bubi itu sudah dibangun, tetapi mengalami kerusakan yang mengakibatkan banjir bandang, sehingga irigasi induk itu rusak total,” ungkap Sibualamo di Bula pada Selasa (14/07/2026) malam.
Dirinya berujar, dari hasil koordinasi itu, desain rehabilitasi bendungan Bubi sudah dianggarkan kurang lebih Rp 2,5 miliar. Sedangkan anggaran untuk dokumen UKL/UPL mencapai Rp 500 juta.
“Alhamdulillah dia punya review desain rehabilitasi bendungan itu sudah dianggarkan, kurang lebih 2,5 miliar untuk tahun 2025 kemarin. Dia punya UKL, UPL rehabilitasi bendungan Bubi itu 500 juta,” ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan kepada pihak Ditjen Irigasi dan Rawa agar desain perbaikan bendungan Bubi harus tepat sasaran dan tepat guna.
Pasalnya, kondisi bendungan tersebut saat kemarau panjang hampir terjadi kekeringan. Sementata musim hujan, semua material terbawa, sehingga perlu dilakukan perbaikan menyeluruh.
“Waktu koordinasi dengan Ditjen irigasi dan rawa itu, kita sampaikan bahwa kalau bisa desainnya itu memang betul-betul tepat sasaran dan tepat guna, karena kondisi bubi itu bukan saja diperbaiki saluran irigasinya, tetapi harus dari hulunya,“ katanya.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini membeberkan, pada beberapa waktu lalu dia mendapatkan informasi dari pihak Ditjen Irigasi dan Rawa Kementerian PU bahwa kegiatan fisik perbaikan bendungan Bubi sudah dianggarkan pada tahun 2026 ini.
“2026 ini sesudah lelang itu, langsung dari staf (Ditjen Irigasi dan Rawa) itu kemarin dia WhatsApp saya bahwa pak Ketua, Alhamdulillah fisiknya sudah masuk tahun 2026 ini,” bebernya.
Politisi PKB yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Anggota DPRD SBT ini mengaku telah melakukan pengecekan lapangan, namun pihak penyedia belum melakukan kegiatan.
“Kemarin saya tanya, tapi mereka belum eksen di lapangan, tetapi mungkin dalam waktu dekat itu mereka sudah mulai kerja itu,” akuinya.
Ia berharap agar perbaikan bendungan Bubi pada tahun 2026 ini bisa tuntas, sehingga yang masyarakat harapkan dengan sudah dibangun irigasi sekunder maupun primer hingga masuk di irigasi-irigasi tersier dan lahan-lahan masyarakat itu bisa dimanfaatkan.
Apalagi saat ini pemerintah sedang menggencarkan program cetak sawah baru di sejumlah desa transmigrasi di Bula Barat, tentu keberadaan bendungan ini sangat menopang aktivitas pertanian mereka.
“Mudah-mudahan irigasi ini selesai dalam waktu yang ditentukan dan ini juga bisa bermanfaat untuk masyarakat, bukan saja yang masyarakat hari ini menggunakan embung, tetapi tentu irigasi ini sangat penting, dia bisa menjangkau wilayah Jakarta Baru dan juga Sumber Agung,” harapnya (JS-01)













Discussion about this post