Bula, JENDELASERAM.COM — Musim kemarau panjang yang terjadi di wilayah Bula Barat, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyebabkan krisis air.
Kondisi krisis air itu ikut menghambat petani di desa transmigrasi itu dalam melakukan kegiatan tanam padi.
Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo mengungkapkan, pada 9 Juli 2026 pekan kemarin dia melakukan reses kedua tahun sidang 2026 di Desa Jakarta Baru.
Sibualamo mengaku, saat menyerap aspirasi warga, para petani di desa tersebut menyampaikan kesulitan mereka yang ingin menanam, namun tidak tersedia air.
“Permasalahan sekarang, apalagi di Bula Barat hari ini mengalami musim kemarau panjang. Satu hal yang hari ini mereka mengalami kesulitan adalah mau tanam baru tidak ada air,” ungkap Sibualamo pada Selasa (14/07/2026) malam.
Dia menuturkan, pasca pertemuan bersama masyarakat, dia langsung meninjau embung yang berada di ujung Desa Jakarta Baru yang mengalami kerusakan.
“Jakarta baru itu ada embung. Embung di ujung Jakarta Baru itu memang sangat membantu, tapi hari ini embung tersebut juga sudah mengalami kerusakan. Selesai reses kemarin, saya langsung ke lokasi lihat embung tersebut,” tuturnya.
Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Werinama dan Siwalalat ini membeberkan, dalam kesempatan meninjau embung tersebut dia langsung berkomunikasi lewat telepon dengan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian SBT Sofyan Waraiya terkait nasib petani di Desa Jakarta Baru dan sekitarnya.
Dirinya menambahkan, dari komunikasi itu, Kadis Pertanian SBT menyampaikan telah disiapkan perencanaan kegiatan pengerukan embung Jakarta Baru pada APBD perubahan 2026.
Kendati demikian, dia kembali meminta kepada Kadis Pertanian agar tidak saja dilakukan pengerukan sedimen, namun dipaketkan dengan perencanaan rehabilitasi total lantaran saluran pada embung tersebut sudah rusak parah.
“Saya langsung telepon Pak Kadis Pertanian, saya sampaikan, kalau pengerukan sama saja, karena memang banyak saluran yang bocor. Saya bilang Pak Kadis, coba dibikin perencanaan itu sekaligus tambah dengan perbaikan rehab total saluran embung, mulai dari bendungan utama sampai masuk di saluran persawahan,” bebernya.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, Kadis Pertanian SBT telah menyetujui untuk dilakukan perencanaan pengerukan dan rehabilitasi total pada embung tersebut.
Ia berujar, sikap mendorong revitalisasi embung Desa Jakarta Baru sudah dilakukan, sehingga proses pengawalan akan terus dilakukan sembari mempertimbangkan kemampuan anggaran pada APBD Perubahan yang dijadwalkan mulai dibahas pada Agustus 2026 mendatang.
“Alhamdulillah beliau sudah setujui itu, nanti baru kita lihat kekuatan APBD perubahan di Agustus nanti,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, saat ini para petani di Desa Jakarta Baru sudah terlanjur melakukan pembibitan, sehingga proses tanam sudah haru dilakukan dalam waktu dekat ini.
Untuk itu, dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT melalui Dinas Pertanian setempat untuk menyiapkan solusi lewat menyediaan alkon atau pompa air, guna memenuhi kebutuhan air bagi para petani.
“Hari ini mereka sudah terlanjur untuk pembibitan, dan pembibitan yang kemarin kita lihat itu sudah harus tanam dalam sehari dua ini. Itu yang mereka mengalami kesulitan, tapi saya langsung kontak Pak kadis, coba kita sama-sama cari solusi, apakah kita gunakan alkon, sehingga yang mereka sudah melakukan penebitan itu tidak sia-sia,” tutupnya (JS-01)












Discussion about this post