Bula, JENDELASERAM.COM — Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Ahmad Voth meneruskan aspirasi masyarakat Kecamatan Siwalalat kepada Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri.
Aspirasi berupa masalah pendidikan dan air bersih itu disampaikan dalam sela-sela rapat paripurna ke-4 masa persidangan pertama tahun 2026 dalam rangka penutupan masa persidangan pertama dan rapat paripurna ke-5 masa persidangan kedua tahun 2026 dalam rangka pembukaan masa persidangan kedua yang digelar pada Rabu (08/04/2026).
Voth mengungkapkan, pada beberapa waktu lalu, dia telah melaksanakan masa reses di Kecamatan Siwalalat.
Dalam pertemuan yang dimaksudkan untuk menyerap aspirasi masyarakat itu, ada banyak pertanyaan dan harapan yang disampaikan masyarakat setempat.
“Beberapa waktu yang lalu saya baru saja kembali dari tempat reses saya, Kecamatan Siwalalat. Pada saat reses yang saya laksanakan, terjadi hujan pertanyaan dan harapan yang begitu besar,” ungkap Voth.
Dia menuturkan, pada waktu bersamaan, dia telah membaca berita di media-media tentang semangat Pemerintah Daerah (Pemda) SBT untuk mendorong lajunya sistem pendidikan di SBT.
Dia menuturkan, di tengah semangat Pemda itu, dia harus menyampaikan satu cerita yang ditemukan saat menggelar reses di Kecamatan Siwalalat beberapa waktu lalu.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, sejak SBT dimekarkan hingga kini tidak ada gedung UPTD di Kecamatan Siwalalat. Padahal, keberadaan UPTD Pendidikan di tingkat kecamatan sebagai lembaga yang menampung seluruh konsultasi dan koordinasi pendidikan harus mendapat perhatian serius.
“Ada satu cerita yang tidak menarik, bahwa salah satu lembaga yang menampung seluruh konsultasi koordinasi pendidikan di tingkat kejamatan itu tidak ada. Artinya tidak ada gedung UPTD di Kecamatan Siwalalat sampai saat ini,” katanya.
Selain itu, dia juga menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Lapela yang mengalami kesulitan air bersih selama bertahun-tahun.
Dirinya mengaku telah menyaksikan sendiri masyarakat setempat harus mendapatkan air bersih dengan menepuh jalan kaki berkilo-kilo meter.
“Di hadapan forum rapat paripurna yang terhormat ini saya ingin sampaikan, di Desa Administratif Lapela, saya sendiri melihat ibu-ibu, perempuan dan anak-anak, mereka angkat air ikut jalan berkilo-kilo masuk ke daerah mereka,” akuinya.
Untuk itu, dia meminta kepada Pemda dan DPRD untuk sama-sama memperhatikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Lapela, Kecamatan Siwalalat.
“Mereka menganggap bahwa sangat penting menjadi perhatian kita bersama, termasuk DPRD dan pemerintah daerah. Kalau bisa, ada air bersih yang bisa akan dilaksanakan di Desa Administratif Lapela sebagai bentuk kebutuhan pendasar masyarakat di sana,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post