Bula, JENDELASERAM.COM — Polres Seram Bagian Timur (SBT) meluruskan informasi yang beredar di publik terkait pemeriksaan sejumlah pihak soal dugaan penyaluran obat expride atau kedaluarsa di Dinas Kesehatan (Dinkes) SBT.
Kasat Reskrim Polres SBT Ainul Andri Lubis kepada wartawan di Bula pada Senin (27/04/2026) menuturkan, selama ini mereka hanya melakukan permintaan data dan dokumen .
“Yang selama ini bilang kita sudah ada pemeriksaan itu, no (tidak). Apalagi media bilang saya sudah lakukan pemeriksaan segala macem, enggak. Kita belum ada pemeriksaan. Selama ini kita hanya ada permintaan data dan dokumen untuk menyesuaikan datanya,” tutur Lubis.
Dia berujar, pada pekan kemarin mereka baru menuntaskan tahap verifikasi data berkaitan dengan dugaan penyaluran obat kedaluwarsa, untuk selanjutnya dimulai dengan tahap klarifikasi pada pekan depan.
“Sampai saat ini, minggu lalu kita baru beres, baru selesai pada tahap verifikasi data. Kita sudah kumpul internal antara kami dengan unit, verifikasi kita nyatakan selesai, sudah rampung. Sekarang kita proses ke tahap klarifikasi,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan, saat ini Polres SBT hanya menangani dugaan pengadaan obat-obatan pada Dinkes SBT, sehingga dia membantah ada informasi soal penanganan dugaan nepotisme atau dugaan lainnya.
“Untuk yang ada di media saat ini tentang ada dugaan nepotisme segala macem, untuk sekarang saya belum bisa berstatement tentang dugaan itu ada atau tidak. Yang jelas, yang saya kerjakan saat ini hanya fokus pada pengadaan pengobatannya saja,“ ungkapnya.
Lubis mengaku, dalam pengumpulan data, mereka menemukan ada sejumlah obat-obatan yang mendekati masa kedaluwarsa, namun untuk memastikan obat tersebut masih bisa dikonsumsi atau tidak, mereka masih harus berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, termasuk Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Fakta tentang obat-obatan yang mendekati masa kedaluwarsa mendekati satu bulan, dua bulan, tiga bulan itu faktanya benar ada. Pertanyaan sekarang apakah boleh atau tidak. Untuk mengetahui boleh atau tidak, kita sedang mencoba untuk berkoordinasi dengan instansi terkait lagi, dengan BPOM juga,” akuinya (JS-02)













Discussion about this post