Bula, JENDELASERAM.COM — Masalah kekeringan dan kebakaran yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada beberapa bulan terakhir ini memicu kerusakan tanaman masyarakat.
Kondisi tersebut telah mendapat perhatian serius dari Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri.
Alkatiri kepada wartawan di Kota Bula belum lama ini mengaku telah berdiskusi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT Sofyan Waraiya untuk mendata tanaman masyarakat yang terdampak akibat kekeringan dan kebakaran.
“Saya sudah bicara sama Kadis Pertanian. Untuk masyarakat yang kebunnya terkena dampak sampai akhirnya mati, pohon-pohon yang sudah ditanam untuk mendata dan melaporkan ke Dinas Pertanian,” akui Alkatiri.
Dia menjelaskan, setelah pendataan, Pemerintah Daerah (Pemda) SBT melalui Dinas Pertanian setempat akan melakukan verifikasi untuk menggantikan tanaman mereka yang rusak melalui pemberian bibit gratis.
“Nanti kita cross-check kembali untuk kemudian mendapat ganti berupa bibit gratis dari pemerintah daerah. Tapi sesuai dengan data, setelah kita verifikasi, pemerintah daerah akan memberikan secara gratis,” jelasnya.
Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian SBT Sofyan Waraiya menuturkan, Dinas Pertanian SBT telah menindaklanjuti intruksi Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri terkait komuditas pangan, perkebunan dan hortikultura yang mengalami dampak kekeringan maupun kebakaran.
“Tim kami telah melakukan identifikasi langsung ke lapangan. Sementara sedang berjalan,” tutur Waraiya kepada wartawan di Bula pada Rabu (16/09/2026).
Waraiya mengungkapkan, pendataan ini sudah dilakukan di Kecamatan Bula, Bula Barat dan Teluk Waru. Sementara untuk kecamatan lain akan dilakukan secara bertahap.
Dia mengaku, data ini sewaktu-waktu akan mengalami perubahan, karena kekeringan dan kebakaran ini masih terus terjadi.
“Yang sudah selesai di Kecamatan Bula Barat, kemudian Kecamatan Bula dan Teluk Waru sebagian. Insya Allah data ini akan kita rilis terus, kita datakan terus sampai hampir semua kecamatan kalau mendapatkan dampak daripada kekeringan maupun kebakaran,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, selain pendataan oleh pihak Dinas Pertanian SBT, mereka juga membuka ruang ke masyarakat untuk menyampaikan kerusakan tanaman akibat kekeringan dan kebakaran secara langsung ke Kantor Dinas Pertanian SBT maupun kepala desa dan camat.
“Masyarakat juga bisa melaporkan melalui kepala desa dan camat. Atau bisa langsung melaporkan ke Dinas Pertanian,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Pertanian SBT ini mengatakan, setelah semua data itu dirampungkan, pihak dinas bisa memilah bantuan bibit berdasarkan kebutuhan kelompok tani.
“Data ini kita rampung, sehingga nanti menjadi referensi untuk kita bisa memilah kebutuhan daripada kelompok itu sendiri. Kita akan memilah baru kemudian nanti akan kita masukkan dalam program untuk bisa menggantikan tanaman yang telah mati akibat dampak kekeringan maupun kebakaran,” tutupnya (JS-02)












Discussion about this post