Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) mulai menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSU Goran Riun, Kecamatan Pulau Gorom.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes SBT, Punira Kilwalaga kepada wartawan di Gedung Serbaguna Dinkes SBT pada Senin (19/10/2026) mengungkapkan, pasca dibangun pada 2017 dan diresmikan pada 2019 lalu, upaya untuk menggandeng BPJS Kesehatan sudah dilakukan, namun belum berhasil.
Kilwalaga membeberkan, penjajakan kerjasama BPJS dengan RSU Goran Riun ini baru berhasil dilakukan saat RSU Goran Riun memasuki usia 8 tahun, tepatnya pada Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri-M. Miftah Wattimena.
“Setelah rumah sakit berdiri hampir 8 tahun, tidak pernah berhasil. Di pemerintahan pak Fachri dan pak Vitho ini, di kepemimpinan saya sebagai kepala dinas, sekarang berhasil,” ungkap Kilwalaga.
Ia menuturkan, Pemerintah Pusat (Pempus) telah menyetujui untuk dilakukan penilaian terhadap RSU Goran Riun.
Untuk itu, sebagai tindaklanjut, Plt Kepala Dinkes SBT Punira Kilwalaga bersama Kepala BPJS Kesehatan akan melakukan kunjungan kerja ke RSU Goran Riun untuk melakukan penilaian.
“Rumah sakit Goran Riun itu sudah disetujui oleh pusat untuk dilakukan penilaian untuk join dengan BPJS. InshaAllah hari Rabu besok saya dengan kepala BPJS sudah turun ke Gorom untuk lakukan penilaian,” tuturnya.
Dia mengatakan, setelah tahap penilaian ini, targetnya pada November 2026 mendatang RSU Goran Riun sudah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Kita targetkan di bulan November besok, minggu pertama atau pokoknya di November 2026 itu rumah sakit Goran Riun sudah join dengan BPJS Kesehatan,” ucapnya.
Dirinya berujar, ketika BPJS kesehatan sudah resmi menjalin kerjasama dengan RSU Goran Riun maka dampak langsung ke rumah sakit adalah pendapatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Pasti ketika BPJS sudah join maka dampak yang paling pertama adalah ada pendapatan rumah sakit, namanya pendapatan JKN. Dari pendapatan itu ada jasa yang akan dibagikan kepada seluruh Nakes yang ada di situ, kemudian ada sarana yang bisa dimanfaatkan untuk operasional rumah sakit,” ujarnya (JS-01)













Discussion about this post