Bula, JENDELASERAM.COM — Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon melakukan koordinasi ke Kantor Pertanahan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada selasa 12 Mei 2026.
Koordinasi yang dilakukan Kepala KPKNL Ambon Wielly Prasekti beserta jajaran yang turut dihadiri Kepala Satker Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Banda Neira Erwin Nurhasan beserta tim itu diterima langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan SBT Rosa F. Ch. Batmomolin.
Kepala Kantor Pertanahan SBT Rosa F. Ch. Batmomolin dalam keterangannya pada Jumat (15/05/2026) menjelaskan, kehadiran Kepala KPKNL Ambon itu dalam rangka berkoordinasi terkait pensertifikatan Barang Milik Negara (BMN).
Batmomolin mengungkapkan, koordinasi BMN ini lebih difokuskan pada jalan yang statusnya nasional dan objek vital negara yang berada di Kabupaten SBT.
“Dalam rangka koordinasi terkait pensertifikatan Barang Milik Negara (BMN), khususnya jalan nasional dan objek vital, Kepala KPKNL Ambon, Wielly Prasekti, beserta jajaran melakukan kunjungan ke Kantor Pertanahan Kabupaten Seram Bagian Timur pada Selasa, 12 Mei 2026,” ungkap Batmomolin.
Dia berujar, pertemuan ini mereka lebih fokus membicarakan percepatan pensertifikatan aset berupa jalan nasional dan objek vital, guna mendukung kepastian hukum serta tertib administrasi aset negara di daerah ini.
Ia mengaku, dalam pembahasan tersebut, para pihak melakukan sinkronisasi data, membahas kelengkapan administrasi, serta langkah-langkah teknis yang diperlukan dalam proses pengukuran dan penerbitan sertifikat atas aset negara.
“Seluruh pihak menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas instansi agar proses pensertifikatan BMN dapat berjalan optimal, tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku,” akuinya.
Dirinya berharap agar melalui koordinasi ini, upaya pensertifikatan BMN yang telah dibicarakan bersama itu dapat segera terealisasi, sehingga dapat mendukung pengamanan aset negara secara akuntabel dan berkelanjutan.
“Melalui koordinasi ini, diharapkan pensertifikatan BMN khususnya jalan nasional dan objek vital dapat segera terealisasi sehingga mendukung pengamanan aset negara secara akuntabel dan berkelanjutan,” harapnya (JS-02)













Discussion about this post