Bula, JENDELASERAM.COM — Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri terus memperkuat koordinasi untuk menuntaskan jalan dan jembatan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Alkatiri mengungkapkan, sehari pasca Pelaksana Tugas (Plt) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Muh. Ulwan Talaohu dilantik, dia langsung menemuinya.
Dia mengaku, dalam pertemuan perdana dengan Kepala BPJN Maluku itu, dia meminta agar SBT diperhatikan dalam pembangunan jalan dan jembatan.
“Saya sudah ketemu duluan. Jadi sehari setelah Kabalai Baru dilantik atau Plt sekarang, saya sudah ketemu. Dan saya memang minta untuk betul-betul SBT diperhatikan,” ungkap Alkatiri kepada wartawan usai upacara kenaikan bendera pada HUT RI ke-81 di lapangan Pancasila Bula pada Senin (17/08/2026).
Dirinya menuturkan, selain jalan nasional, dia juga meminta perhatian BPJN Maluku untuk mempercepat infrastruktur jalan dan jembatan pada status jalan Provinsi, Kabupaten maupun non status melalui intervensi Impres Jalan Daerah (IJD).
“Semua jalan nasional ataupun yang bukan jalan nasional, Balai bisa intervensi dengan pendekatan Impres Jalan Daerah. Impres Jalan, Impres Jembatan, Impres Indigasi,” tuturnya.
Dia menegaskan, semua kebutuhan SBT tentang jalan dan jembatan telah disampaikan, tinggal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melengkapi dokumen-dokumen pendukung untuk terus dikawal.
“Semua kebutuhan SBT tentang jalan itu sudah saya sampaikan. Tinggal kita lengkapi dokumen-dokumennya lalu kita kawal terus. Supaya begitu anggaran pemerintah pusat tersedia dan bisa dibagi, mudah-mudahan SBT dapat bagian yang memuaskan,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Fachri Husni Alkatiri membeberkan pertemuan BPJN Maluku bersama Pemkab SBT memperkuat sinergi dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan di wilayah setempat.
Sinergi ini dinilai penting untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah dengan program infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, sekaligus memastikan pembangunan berjalan terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bappeda dan Litbang SBT pada Senin 10 Agustus 2026 itu, Plt Kepala BPJN Maluku Muh. Ulwan Talaohu hadir didampingi sejumlah pejabat dan jajaran teknis, yakni Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) Yade Trianto, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) Mezach Rhulessin, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Maluku Toce Leuwol.
Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Maluku Julia O. Joris, PPK 2.6 Provinsi Maluku Melkianus Hitijahubessy, serta PPK Perencanaan Stanley R. Tumbelaka.
Sementara dari Pemkab SBT turut hadir Sekretaris Daerah SBT Ahmad Q. Amahoru, Kepala Dinas PUPR SBT Ramli Sibualamo, Kepala Bappeda SBT Sumarno Sagala, Kabid Bina Marga PUPR SBT Novi Rumata, Ketua Komisi II DPRD SBT Husin Rumadan, beserta jajaran staf.
Dirinya mengatakan, dengan koordinasi intens yang terbangun, dia berkeinginan semua jalan yang melingkari Pulau Seram ini bisa tuntas dalam masa pemerintahan Fachri-Vitho ini.
“Saya pengen dalam masa kepemimpinan saya di periode ini, mudah-mudahan jalan yang melingkari SBT, Pulau Seram, mulai dari Banggoi-Werinama tembus sampai di Kilmuri masuk lagi Werinama dan ujungnya nanti jembatan panjang yang akan menyambung dua titik itu yaitu Wai Bobot. InshaAllah mudah-mudahan bisa dibangun,” katanya.
Politisi PKS ini bercerita, Kepala BPJN Maluku dalam dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa anggaran pembangunan jalan dan jembatan tahun ini SBT yang paling dominan.
Menurutnya, selain daerah ini membutuhkan, ada faktor lain dari besaran jumlah ini yakni koordinasi dan pendekatan yang intens dilakukan ke BPJN Maluku maupun Pemerintah Pusat (Pempus).
“Kabalai menyampaikan bahwa se-Maluku itu program balai di tahun ini yang terbesar ada di Kabupaten SBT. Alhamdulillah kita dapat lagi yang lebih. Salah satu yang menyebabkan kenapa kita dapat lebih di luar karena kita butuh, ada faktor lain yaitu komunikasi, pendekatan. Kita tidak bisa duduk di tempat dan tunggu kegiatan itu sampai, tidak bisa. Kita musti jemput, kita musti komunikasi,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post