Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah di Kecamatan Kilmury.
Kegiatan yang berlangsung di gedung MIS Taa, Desa Taa pada Sabtu (23/08/2026) itu dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) PAUD Sanaria Mony, Kabid Sarpras Rosna Sehwaky dan Irwan Rumain.
Kabid PAUD Dikbudpora SBT Sanaria Mony saat menyampaikan sambutan mewakili Kepala Dinas Dikbudpora SBT Afiudin Rumakway menuturkan, kegiatan yang digelar itu bukan sekedar rapat dan sosialisasi.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi momentum untuk ingin membangun komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di Kecamatan Kilmury memperoleh kesempatan mendapatkan layanan pendidikan anak usia dini sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
“Kegiatan hari ini bukan sekedar rapat dan sosialisasi. Lebih dari itu, kita ingin membangun komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di Kecamatan Kilmury memperoleh kesempatan mendapatkan layanan PAUD sebelum memasuki jenjang SD,” tutur Mony.
Mony menegaskan bahwa anak usia dini adalah investasi masa depan daerah, pada usia inilah dasar-dasar karakter, kemampuan berbahasa, sosial, emosional, kemandirian, kesehatan dan kesiapan belajar mulai dibangun.
“Karena itu, kita tidak boleh membiarkan ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena persoalan jarak, kondisi geografis, keterbatasan layanan atau kurangnya informasi kepada orang tua,” tegasnya.
Dia berujar, program wajib belajar 1 tahun prasekolah tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh Dinas Pendidikan.
Program ini sambung dia, membutuhkan partisipasi semesta. Baik pemerintah kecamatan, pemerintah desa, satuan pendidikan, Puskesmas, TP-PKK, Bunda PAUD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan terutama para orang tua harus menjadi bagian dari gerakan ini.
Dirinya menyebut, pemerintah desa memiliki peran penting dalam melakukan pendataan anak usia prasekolah dan menggerakan masyarakat. Bunda PAUD dan TP-PKK menjadi kekuatan penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga bahwa PAUD bukan sekedar tempat bermain, tetapi merupakan fondasi bagi kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.
“Puskesmas kita harapkan memperkuat aspek kesehatan, gizi, tumbuh kembang dan kesehatan lingkungan anak. Para kepala TK/PAUD dan guru menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, menyenangkan, inklusif dan ramah anak. Sementara Kepala SD memiliki peran penting dalam memastikan transisi dari PAUD ke SD berlangsung secara menyenangkan dan tidak menimbulkan tekanan bagi anak,” ujarnya (JS-02)













Discussion about this post