Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) selalu membuka diri untuk dikoreksi terkait kebijakan dan program.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sitti Rizki Meutia Manaban menegaskan bahwa sikap terbuka ini terlihat langsung pada Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri yang tidak anti terhadap kritik.
Kendati demikian, Mantan Kepala Bidang Hubungan Media dan Informatika ini mengingatkan agar dalam melakukan koreksi harus sesuai koredor.
“Pemda SBT sama sekali tidak anti terhadap kritik, apalagi Pak Bupati ini orangnya tidak anti kritik, tetapi harus pada koridornya,” ucap Manaban dalam acara Coffee Break Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) SBT di Kedai Alif Pantai Wailola Bula, Rabu (11/02/2026).
Manaban mengungkapkan, dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik, pers di daerah ini harus independen dan berpegang teguh pada kode etik.
“Rekan-rekan media ini jangan tinggalkan kode etiknya, independensinya jangan tinggalkan,” ungkapnya.
Dia mengakui bahwa peran pers sangat penting dalam pembangunan, baik di tingkat pusat maupun di daerah ini.
“Jadi pers ini tidak bisa kita lepas-pisahkan dari pemerintah, baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” akuinya.
Dirinya menuturkan, sejak 2020 lalu Diskominfo SBT sudah menggandeng insan pers di daerah ini untuk menjadi mitra dalam membantu menyebarluaskan informasi publik.
Menurutnya, langkah ini dilakukan dengan mengacu pada undang-undang nomor 40 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
“Itu adalah salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah dan harus dilakukan oleh pemerintah,” tuturnya. (JS-03)













Discussion about this post