Bula, JENDELASERAM.COM — Sebanyak 59 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori terpencil telah dibangun di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Nofel Alkatiri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD SBT pada Rabu (28/10/2026).
Alkatiri menjelaskan, untuk penentuan titik pembangunan dapur MBG ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami kendala, sehingga mereka membantu bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT untuk menentukan lokasinya.
Dia menambahkan, dalam menentukan titik ini, Pemkab SBT tetap berpegang pada dasar yang ditetapkan oleh BGN, dengan mempertimbangkan jarak tempuh.
“Kita dikasih tugas untuk menentukan titik-titiknya itu berdasarkan dasar yang memang sudah ditetapkan. Kalau lewat jalan atau pakai mobil atau motor, itu 30 menit paling jauh, kalau lewat dari 30 menit maka harus ada satu SPPG di situ, walaupun di situ hanya 20 siswa. Jadi kita punya lumayan banyak, ada 59 SPPG,” jelas Alkatiri.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten SBT ini mengatakan, proses pembangunan SPPG terpencil ini sama persis dengan SPPG mandiri, yakni dikerjakan oleh investor.
“Ini juga proses pembangunannya sama dengan SPPG mandiri, yaitu investor. Jadi investor yang membangun,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari 59 SPPG terpencil ini, salah satu dapur MBG di Pulau Keffing, Kecamatan Seram Timur sudah siap untuk beroperasi.
Pasalnya, dapur tersebut sudah selesai dilakukan verifikasi. Bahkan BGN sudah menerbitkan SK SPPG, sehingga hanya menunggu waktu untuk berjalan.
“Satu titik di Keffing ini sudah selesai diverifikasi dan sudah ada SK kepala SPPG. Ini tinggal tunggu juknis dan operasi, tunggu waktunya mungkin sehari dua sudah bisa beroperasi di Keffing,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga menyebut sebanyak 7 SPPG terpencil di wilayah lain yang sudah dilakukan pembinaan oleh BGN, sehingga hanya tersisa 51 SPPG terpencil di daerah ini yang masih dalam proses pembangunan.
“Ada juga 7 titik lainnya yang sudah selesai dibuat pembinaan dari BGN. Jadi masih ada 51 titik lagi yang masih dalam proses pembangunan,” tutupnya (JS-01)











Discussion about this post