Bula, JENDELASERAM.COM — Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 112,7 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lewat pembangunan 21 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) SBT, Ramli Sibualamo kepada wartawan di Bula, Sabtu (31/10/2026) mengungkapkan, perolehan bantuan 21 JIAT pada 2026 ini melewati proses yang sangat panjang.
Sibualamo mengatakan, berkat dukungan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri melalui kebijakan APBD kepada dinas teknis dalam menyiapkan segala dokumen usulan program kepada pemerintah pusat maupun komunikasi intens yang dilakukan, sehingga 21 JIAT ini bisa didapat.
“Pada tahun 2026 mencapai 21 titik JIAT. Kalau anggaran totalnya kurang lebih 112 miliar 700 sekian. Proses ini lumayan panjang, tapi memang ada komitmen dari pak Bupati dengan dukungan penuh kepada kami, baik dari sisi APBD untuk menyiapkan data dukung maupun komunikasi ke pusat,” ungkap Sibualamo.
Mantan Kepala Dinas Perikanan SBT ini membeberkan, 21 JIAT ini akan dibangun pada 11 desa di Kecamatan Bula, Bula Barat dan Teluk Waru dalam rangka mendukung program strategis swasembada pangan yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres nomor 2 tahun 2025.
“Akan diperuntukkan kepada bapak/ibu di Kabupaten SBT dalam rangka untuk bagaimana kita meningkatkan intensitas dan produktivitas petani, baik itu petani sawah maupun petani hortikultura,” bebernya.
Dia mengaku, pada awalnya SBT hanya ditetapkan untuk menerima 12 titik JIAT, namun lebih dukungan dan komunikasi Bupati SBT, jumlahnya meningkat menjadi 21 unit.
Untuk itu kata dia, dengan dukungan serius dan komunikasi intens yang dilakukan itu, Dinas PUPR SBT menargetkan pada 2027 mendatang akan mengejar jumlah yang lebih besar dengan menyiapkan dokumen pendukung secara baik.
“Harapan kita bahwa ke depan juga, pada tahun 2027, kami tetap push juga. Itu komitmen pak Bupati tetap terus jalan terkait dengan alokasi anggaran untuk data-data pendukung,” akuinya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Sungai Rawa dan Pantai Dinas PUPR SBT Mohammad Husein Alfian merincikan, lokasi penerima JIAT 2026 ini meliputi Desa Akijaya, Waisamet, Waimatakabo, Banggoi Pancoran, Waiketambaru, Jakarta Baru, Sumber Agung, Jembatan Basah, Rukun Jaya, Bula Air dan Bonfia.
Alfian mengungkapkan, SBT memiliki potensi sektor pertanian yang cukup besar, namun dalam pengembangannya masih terdapat sejumlah wilayah pertanian yang terkendala ketersediaan air, terutama pada musim kemarau dan wilayah yang masih mengandalkan sistem pertanian tadah hujan.
Untuk itu kata dia, pembangunan JIAT pada 11 desa ini merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian, khususnya pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan dan sangat tergantung pada kondisi curah hujan.
“Melalui pembangunan JIAT ini, diharapkan kebutuhan air bagi lahan pertanian, baik persawahan maupun hortikultura dapat terpenuhi secara optimal, sehingga mampu meningkatkan intensitas pertanaman, produktivitas hasil pertanian, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat petani,” ungkapnya (JS-01)











Discussion about this post