Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melibatkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS) dalam melakukan evaluasi kematian ibu dan bayi.
Kegiatan pertemuan evaluasi Puskesmas dan RS dalam pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi tahun 2026 itu berlangsung di Gedung Serbaguna Dinkes SBT pada Jumat 28 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes SBT, Punira Kilwalaga dalam keterangannya di Bula pada Sabtu (29/08/2026) malam mengungkapkan, upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan prioritas nasional, sekaligus indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan.
“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan target penurunan AKI dan AKB yang harus dicapai oleh seluruh daerah melalui penguatan sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan mutu layanan, serta penguatan manajemen data kesehatan,” ungkap Kilwalaga.
Dia berujar, salah satu instrumen penting dalam upaya pemantauan penurunan AKI dan AKB adalah penerapan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), yaitu sistem pencatatan dan pelaporan kematian maternal dan perinatal yang wajib dilakukan secara cepat, akurat dan terstandar.
“Data MPDN menjadi dasar yang sangat penting untuk memantau situasi kesehatan maternal dan neonatal, mengidentifikasi faktor risiko, serta merumuskan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Sekretaris Dinkes SBT ini berharap agar seluruh peserta yang terdiri dari bidan koordinator pada 22 Puskesmas dan bidan dari RSUD Bula dan RSUD Goran Riun itu berfokus pada kerjasama strategis antara Puskesmas (FKTP) dan Rumah Sakit Umum (RSU/FKRTL) sebagai fondasi utama dari integrasi pelayanan kesehatan.
“Di mana kata dia, Puskesmas sebagai garda depan (pencegahan & penanganan awal) dan Rumah Sakit sebagai pusat rujukan utama (penanganan definitif), demi mewujudkan Gerak Cepat dalam penanganan penyebab kematian ibu dan bayi, agar menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten SBT,” harapnya (JS-01)











Discussion about this post