Bula, JENDELASERAM.COM — Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan masalah listrik di Kabupaten SBT.
Bupati Fachri mengungkapkan, pada Mei 2025 lalu dia telah menemui General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Awat Awat Tuhuloula untuk membicarakan masalah listrik di daerah ini.
Alkatiri mengaku, dalam pertemuan dengan mantan GM PT PLN UIW MMU itu, mereka membahas sejumlah desa yang hingga kini belum teraliri listrik sekaligus membicarakan waktu penyelesaiannya.
“Sebenarnya (listrik ini) sudah kita bicarakan. Sebelumnya, bahkan sudah dengan waktu-waktunya,” ungkap Alkatiri kepada wartawan usai upacara kenaikan bendera pada HUT RI ke-81 di lapangan Pancasila Bula pada Senin (17/08/2026).
Dia berujar, GM PT PLN UIW MMU saat ini sudah berganti, sehingga dia berencana bertemu untuk mengupdate kembali tentang rencana penyelesaian listrik pada sejumlah desa itu.
“Saya dalam waktu dekat ingin ketemu, karena GM PLN, saya baru dapat informasi sudah diganti. Jadi mungkin saya akan ketemu untuk update lagi tentang rencana penyelesaian. Jadi mungkin kita butuh update lagi dan komunikasi kembali,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, rencana pertemuan dengan GM PT PLN UIW MMU yang baru itu akan dilakukan dalam sela-sela kunjungannya ke Kota Ambon untuk menghadiri HUT Provinsi Maluku pada 19 Agustus 2026 nanti.
“Besok InshaAllah saya ke Ambon untuk menghadiri ulang tahun Provinsi Maluku tanggal 19 Agustus. Kalau ada kesempatan saya coba atur waktu biar bisa ketemu dalam waktu dekat,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) memperkuat komitmen untuk melistriki semua desa di daerah itu.
Komitmen ini ditunjukkan dengan Kedatangan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri ke Kantor PLN UIW MMU pada hari Rabu.
General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula dalam kesempatan tersebut menyampaikan kondisi sistem kelistrikan di SBT yang telah mencapai rasio elektrifikasi 97,52% dan rasio desa berlistrik 93,43%.
Awat mengungkapkan, dari total 198 desa, sebanyak 185 desa telah terlistriki. Namun, tantangan masih terbentang di 13 desa yang belum berlistrik. Desa-desa yang belum tersentuh, bukan karena dilupakan, tapi karena sulit dijangkau.
“Bukan niat kami membiarkan desa-desa itu dalam gelap. Tapi medan di lapangan tidak mudah, dimana akses jalan belum ada dan jalur jaringan harus melewati tanaman produktif milik masyarakat. Tapi kami tidak menyerah,” ungkap Awat Tuhuloula.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga memaparkan sejumlah rencana strategis PLN yang akan mengubah wajah kelistrikan di SBT, termasuk pembangunan PLTMG Bula 10 MW, PLTS Waebula 3 MW dan PLTS Bula 5 MW yang sudah masuk dalam RUPTL.
Di sisi lain tambah dia, PLN merencanakan pembangunan jaringan distribusi 20 kV, yaitu melalui Mini Tower di desa-desa sekitar PLTD Kilmuri dan PLTD Guli-Guli.
Tak hanya itu, Pulau Parang, salah satu wilayah terisolasi, juga direncanakan akan dialiri listrik melalui PLTS Hybrid sebagai solusi energi baru dan terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan dan efisien untuk kawasan kepulauan.
Selaras dengan itu, PLN juga menyampaikan rencana peningkatan jam nyala listrik dari 6 jam ke 12 jam dan dari 12 jam ke 24 jam di beberapa wilayah yang masih hidup dalam keterbatasan energi.
Selanjutnya, PLN turut menyampaikan bahwa 12 sekolah di SBT yang terdiri dari 5 TK, 5 SD dan 2 SMP akan menjadi penerima program listrik gratis dari PLN dan pemerintah pusat.
“Kami tidak hanya menyalakan lampu, tapi menyalakan masa depan. Anak-anak di SBT harus bisa belajar dalam terang, bukan lagi dalam bayang,” ujarnya.
Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri menyambut baik pemaparan PLN dan memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan.
Ia menegaskan bahwa Pemkab siap mendukung penuh, baik dari sisi perizinan, pembukaan akses jalan, hingga mediasi dengan masyarakat untuk penertiban lahan dan tanaman produktif.
“Kami memahami medan yang sulit, tapi kami juga tahu PLN tidak tinggal diam. Kami siap mendukung penuh agar desa-desa yang belum mendapat listrik segera menyala,” tegas Fachri.
Selain itu, Pemkab SBT juga berharap agar masyarakat pra-sejahtera bisa mendapatkan bantuan pasang baru listrik.
GM PLN UIW MMU pun menjelaskan bahwa proses ini dapat dilakukan dengan pengajuan resmi melalui Kementerian Sosial, dan PLN akan siap memfasilitasi sesuai aturan yang berlaku.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa untuk menerangi negeri, dibutuhkan kolaborasi, tekad, serta kepedulian.
“Kami tidak datang membawa janji, tapi kerja. Dan kerja kami bukan untuk PLN, tapi untuk masyarakat,” (JS-02)













Discussion about this post