Bula, JENDELASERAM.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memberikan alokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2027 kepada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan SBT, Surhaman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD SBT pada Rabu (28/10/2026) mengungkapkan, kuota yang diperoleh sebanyak 19 lokasi.
Dia mengaku, dari alokasi yang diberikan, Dinas Perikanan SBT sudah melakukan survei awal pada 16 desa, namun dia tidak menyebut secara rinci nama desa yang diservei itu.
“Untuk tahun 2027, kami diberi alokasi sebanyak 19, tapi kami hanya mampu melakukan survei untuk 16 lokasi untuk tahun 2027,” ungkap Surahman.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) SBT ini menjelaskan, untuk survei lanjutan akan dilakukan langsung oleh tim survei dari KKP yang menggandeng perguruan tinggi dan NGO.
Ia menambahkan, saat ini petugas survei dari KKP itu sementara mengikuti pelatihan di Kota Ambon untuk persiapan survei yang ditargetkan pada pertengahan November 2026 ini.
“Di bulan November pertengahan akan dilakukan survei oleh perguruan tinggi dan NGO yang ditugaskan. Beberapa tenaga survei hari ini lagi mereka ikut pelatihan untuk persiapan perlaksanaan survei di tahun 2027,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Seram Bagian Timur mendapat sebanyak 22 bantuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia pada tahun 2026 ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan SBT, Surahman menjelaskan, jumlah yang diterima SBT ini paling terbanyak diantara semua kabupaten/kota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Surahman mengatakan, dari total 198 desa di kabupaten yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri-M. Miftah Thoha R. Wattimena ini, 180 diantaranya berada pada wilayah pesisir.
“Sesuai dengan surat keputusan Satgas, kita mendapatkan alokasi sebanyak 22 titik. Sudah pasti, 22 titik KNMP ini merupakan KNMP terbanyak untuk kabupaten/kota di Maluku dan Maluku Utara,” jelasnya Surahman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD SBT pada Rabu (28/10/2026).
Dia menyebut, 22 KNMP itu tersebar di Desa Geser, Amarsekaru, Bemo Perek, Batuasa, Akijaya, Englas, Sesar, Bula, Dawang, Waru, Kwamor Mata Wawa, Kellu, Kilfura, Kilwaru, Kulugowa, Ilili, Lahema, Kurwara, Amarlaut, Kilbutak, Karlokin dan Kilga Kilwouw.
Dari jumlah itu sambung dia, KNMP Desa Geser dan Amarsekaru masuk dalam kategori KNMP Hub. Sementara 20 lainnya kategori KNMP penyangga.
Ia menuturkan, untuk kategori KNMP Hub ini akan dibanguna fasilitas secara lengkap, baik Cold Storage, pabrik es, doping perahu, kios berdekalan, kantor pengelola, selter pendaratan ikan, tempat pembuang sampah portabel, ruang genset dan serana pelengkap lainnya.
Sementara pada KNMP penyangga hanya dibangun tiga bangunan utama yaitu pabrik es, gedung perbekalan dan tambatan perahu.
“Ada 2 Hub, ada 20 penyangga. Kalau Hub ini merupakan KNMP utama, dengan fasilitas yang dibangun itu lengkap. Kalau untuk KNMP penyangga itu, yang dibangun hanya tiga bangunan utama, dia memang berbeda,” tuturnya (JS-01)











Discussion about this post